kabargolkar.com, BANTUL - Berbekal perolehan lima kursi Legislatif di DPRD Bantul, Partai Golongan Karya (Golkar) optimis bakal menjadi partai pengusung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul 2020.
Komunikasi dengan sejumlah partai politik saat ini terus dilakukan untuk menjajaki kemungkinan koalisi. "Golkar memang hanya memiliki lima kursi. Meski demikian bukan berarti kita hanya bisa mendukung, kita sangat berpeluang dan optimis dapat mengusung pasangan calon, bersinergi dengan parpol lain," kata Ketua DPD Golkar Bantul, Paidi saat jumpa pers di Kantor DPD Golkar, Senin (27/1/2020).
Menurut Paidi, peta politik di Kabupaten Bantul menjelang Pilkada pada 23 September, masih sangat cair dan dinamis. Kandidat kuat yang sudah muncul saat ini menurutnya baru datang dari petahana, Suharsono dan Abdul Halim Muslih.
Kata dia, keduanya cukup bagus dan memiliki kans kuat. Kendati demikian, Partai Golkar sampai saat ini masih belum menentukan sikap alias masih berdiri tegak di tengah. "Kami tegak lurus. Tidak menga mengo," tegasnya.
Disinggung kemungkinan mendukung poros tengah yang sebelumnya digagas Partai Amanat Nasional (PAN), Paidi tampak tersenyum. Ia tidak menjawab dengan tegas.
Menurutnya, kemungkinan Golkar membentuk poros tengah, saat ini masih menunggu hasil dari penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan dilakukan partainya itu. (*)
----------