kabargolkar.com, JAKARTA - DPD I Golkar DKI Jakarta melaksanakan diskusi bertemakan banjir Jakarta. Diskusi yang berjudul "Lagi-Lagi Banjir. Nasib atau Kebodohan?" menghadirkan Ketua Komisi D DPRD DKI Provinsi Jakarta Ida Mahmuda, Direktur Sungai dan Pantai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jarot Widyoko, pengamat tata kota Yayat Hidayat dan pengamat kebijakan publik Aliwongso Sinaga. Diskusi dihadiri oleh Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi DKI Jakarta Basri Baco dan Pelaksana Tugas Ketua DPD I DKI Jakarta Rizal Mallarangeng.
Diskusi ini bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi diskusi ini bertujuan agar masyarakat pada umumnya dan kader Golkar pada khususnya mempunyai konsep besar penanggulangan bencana banjir serta memahami dan menyadari tentang bahaya banjir dan upaya yang dapat dilakukan dalam menangani banjir. Rencanaya diskusi soal banjir ini akan dibuat berseri jika dimungkinkan agar Partai Golkar dapat tetap memberikan info dan kepastian kepada masyarakat tentang beberapa hal terkait banjir di wilayah DKI Jakarta.
Pada diskusi ini, pihak PUPR yang diwakili Direktur Sungai dan Pantai, membenarkan bahwa ada 13 sungai yang dikelola oleh kementerian dan bukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. PUPR akan terus bekerjasama dan berkoordinasi dalam menanggulangi banjir di DKI Jakarta. Kerjasama dan koordinasi ini sangat diharapkan oleh PUPR karena kementerian ini memiliki masterplan penanganan banjir sejak tahun 2017 lalu. Masterplan ini bisa direvisi sesuai perkembangan situasi yang terjadi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta Ida Mahmuda menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2019 dan 2020 tidak memiliki peruntukan secara khusus untuk keperluan penanganan banjir. Berdasar hal tersebut Komisi D akan memanggil pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Pengamat tata kota Yayat Hidayat mengingatkan bahwa banjir memang merupakan nasib Jakarta, tetapi masyarakat dan pemerintah tidak bisa tinggal diam dan tidak berbuat apa-apa untuk menanggulangi banjir.