07 Desember 2021
Pilwali Surabaya 2020, Golkar: Maret, Kami Baru Menentukan Sikap Resmi
  Bambang Soetiono
  14 Februari 2020
  • Share :
Zahrul Azhar As'ad alias Gus Hans (tengah berkopyah) foto bersama. (Foto: foto: saiful HM/tribun)

kabargolkar.com, SURABAYA - Hingga kini, belum ada pasangan calon wali kota Surabaya yang pasti berebut kontestasi Pilwali Surabaya. Diprediksi baru pada last minute pasangan calon wali kota resmi itu akan diketahui.

Keyakinan itu disampaikan Wakil Ketua DPD Golkar Jatim KH Zahrul Azhar As'ad yang juga kandidat calon wali kota. Sebagai partai dengan sistem yang tertata, Golkar tidak grusa-grusu. "Maret partai kami baru menentukan sikap resmi. Kemana pilihan partai menentukan calonnya, tunggu saja," kata Gus Hans, panggilan akrab KH Zahrul Azhar As'ad saat berkunjung di kantor redaksi Harian Surya, Kamis malam (13/1/2020).

Tidak saja menetapkan calon, juga arah partai dalam Pilwali nanti. Namun, sebagai kader Golkar Gus Hans harus berbuat yang terbaik demi penugasan partai. Bintang iklan salah satu produk minuman kesehatan itu berdiskusi dengan awak redaksi. Terutama pascamunculnya sosok mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin. Konstelasi seakan berubah frontal.

Namun bagi Golkar, Gus Hans yakin bahwa partainya tidak gegabah dalam menentukan pilihan. Ada mekanisme dan proses politik yang wajib dilalui. Termasuk apakah nanti dirinya ajak ditempatkan di posisi calon wali kota atau wakilnya. "Bagi saya tidak penting. Tapi pesan Ketua Umum partai ke saya, saya diminta terus turun menyapa warga Surabaya," kata Gus Hans yang Alumnus Kedokteran UGM.

Politisi Golkar yang sat ini menjabat Penasihat Dewan Pengurus Ansor Jatim ini tidak terpengaruh pascamunculnya bakal calon wali kota MA. Gus Hans tetap yakin dengan prinsip dan upaya serta proses yang sedang dia jalankan. Saat ini, pria dari keluarga Ponpes besar di Jombang ini sedang terus berihtiar.

Termasuk menemui warga dengan menggelar baksos seperti yang dilakukan sebelum berkunjung ke Harian Surya. Dalam prinsipnya, dia tidak ingin proses dan mekanisme dilakukan dengan penuh ambisi. Dia tidak mendasarkan niat karena ambisi untuk menjadi Wali kota. Namun, dia melangkah bergerak berdasarkan analisis ilmiah.

Gus Hans telah menggandeng lembaga survei yang telah kredibel. Hasil survei akan dijadikan acuan utama untuk menyusun Programnya. Hasil survei adalah kerja ilmiah sebagia cermin kekuatan Itu. Gus Hans mengklaim bahwa saat ini dirinya dalam posisi lima besar dalam survei internal. Hanya hasil survei ini yang memutuskan Gus Hans untuk lebih turun ke masyarakat.

Sementara itu, calon wali kota Machfud Arifin saat ditanya terkait pendamping dirinya enggan menyebut sosok maupun dari kalangan apa. Yang penting bisa memperkaya suara dan tidak nyrimpeti. "Namun karena mereka pelamar, semua bergantung nanti. Apakah ditolak atau diterima. Kami pada dasarnya juga perlu komunikasi dengan partai," kata MA.

MA juga menyerahkan semua mekanisme pada ketentuan partai pengusung dirinya. Tiga partai sudah merekom dia yakni PKB, PAN, dam PPP. Saat disodori nama Gus Hans, MA menjawab bahwa siapa pun berkesempatan melamar untuk menjadi pendamping dirinya. Bisa dari kalangan politisi, akademisi atau kalangan apapun.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.