Pria yang akrab disapa Haji Hasan itu mengatakan, selama ini Golkar dikenal sebagai partai yang piawai menciptakan banyak pemimpin. Hal tersebut juga dicerminkan dengan perjuangan membesarkan Partai Golkar. Menurut dia, masuknya keluarga Mas’ud di kancah politik Kaltim beberapa tahun terakhir, berkontribusi terhadap elektabilitas Partai Golkar.
Misalnya saja, Rudy Mas’ud yang saat ini menjabat wakil Sekjen DPP Golkar. Rudy menjadi legislator Kaltim di Senayan dengan suara terbanyak. Jumlahnya tak main-main, mencapai 128.909 suara. Angka itu menempatkan Rudy sebagai legislator perwakilan Kaltim dengan perolehan suara terbanyak sepanjang sejarah.
Hasan menyebut, keberhasilan Rudy meyakinkan masyarakat untuk memilih kader Golkar bukan satu-satunya hasil karya yang dicapai. Dia mengingatkan, jika gerbong kemenangan lain yang mengikuti kesuksesan Rudy juga berimbas tercetaknya legislator lain di Kaltim. Baik di tingkat I dan II. Termasuk dirinya sendiri yang kini juga menjadi legislator dengan jumlah perolehan kursi terbanyak dari Balikpapan. Belum lagi kiprah Ketua DPD Golkar Balikpapan Rahmad Mas’ud yang masih saudara kandung, turut membesarkan partisipasi pemilih untuk kader-kader Golkar di Balikpapan.
Sehingga, Hasanuddin pun meyakini jika calon pemimpin Golkar mendatang adalah kader yang benar-benar berjuang membesarkan partai dengan karya-karya yang nyata. “Jadi kalau ditanya kontribusinya apa, maka sudah dilihat dan dirasakan sendiri. Karya membawa Golkar sebagai partai pemenang pemilu di Kaltim. Jadi yang dipilih itu kader yang sudah bersungguh-sungguh demi membesarkan partainya,” lanjut pria yang juga ketua Komisi III DPRD Kaltim itu.
Lanjut dia, keluarga besar Mas’ud beserta gerbong politik di internal Golkar akan memberikan dukungan penuh kepada Rudy Mas’ud untuk menjadi ketua DPD I Partai Golkar Kaltim. “Jadi dengan gerbong yang kami bawa ini, kami siap membesarkan Golkar. Begitu juga klan bani Mas’ud akan mendukung penuh bahkan all out untuk itu,” tambahnya.
Dia berharap, Golkar sebagai partai besar bisa menentukan pemimpinnya dengan baik. Siapa pun yang memimpin, adalah pilihan dan representasi bagi cita-cita Golkar mendatang. “Bagi siapa pun yang akan terpilih, maka harus berkontribusi dalam pemenangan pilkada mendatang,” imbuhnya.
Jelang Musda Golkar Kaltim, pembentukan panitia pengarah (steering committee) maupun panitia pelaksana (organizing committee) sudah dirampungkan. Elite di daerah kini tinggal menunggu jadwal resmi dari DPP Partai Golkar. Sementara itu, DPD I Partai Golkar Kaltim telah mengajukan jadwal musda ke DPP 1 sampai 3 Maret 2020. Dengan waktu pelaksanaan paling lambat pada 5 Maret 2020.
“Untuk lokasinya, kami masih konsultasi ke DPP. Tapi diusulkan musdanya di Samarinda. Hasilnya menunggu keputusan DPP,” kata Sekretaris DPD I Partai Golkar Kaltim Abdul Kadir saat dihubungi Kaltim Post. Nantinya, penjaringan calon ketua DPD I Partai Golkar Kaltim dilaksanakan saat pelaksanaan musda. Persyaratannya sendiri, dituangkan dalam Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) DPP Partai Golkar Nomor JUKLAK5/DPP/GOLKAR/XII/2015 tentang Penyelenggaraan Musyawarah-Musyawarah Partai Golkar di Daerah.
“Saya tidak bisa mengomentari nama-nama yang muncul. Karena itu hak semua orang. Siapa pun bisa mencalonkan diri. Sepanjang memenuhi syarat dan persyaratan di AD-ART maupun Juklak 05,” kata pria yang