Tiga (3) kursi kepala daerah yang berhasi direbut Golkar di bawah kepemimpinan CBS dengan Sugawa Korry dan Rai Budiasa berada di dalamnya itu, masing-masing Bupati-Wakil Bupati Badung AA Gde Agung-I Ketut Sudikerta (melalui Pilkada Badung 2005), Bupati-Wakil Bupati Karangasem I Wayan Geredeg-I Gusti Lanang Rai (melalui Pilkada Karangasem 2005), dan Bupati-Wakil Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati-Dewa Made Sutanaya (melalui Pilkada Gianyar 2007). Kini, kursi kekuasaan eksekutif di 3 daerah tersebut semuanya sudah hilang di era kepemimpinan I Ketut Sudikerta sebagai ketua DPD I Golkar Bali (2010-2018).
Menurut Rai Budiasa, masa-masa kejayaan Golkar dengan kuasai 3 kursi kepala daerah-wakil kepala daerah di Bali itu menjadi kerinduan kader Beringin. "Walaupun saya sudah tidak lagi berpolitik dan duduk di kepengurusan, namun saya melihat Golkar punya masa depan dengan naiknya Sugawa Korry," tegas mantan anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta 1992-1997 ini.
Rai Budiasa melihat sosok Sugawa Korry ini bisa menjadi pemimpin organisasi seperti Akbar Tandjung (mantan Ketua Umum DPP Golkar 1998-2005), yang bisa menggagas koalisi kebangsaan. "Koalisi kebangsaan ini pernah digagas Pak Akbar Tandjung dengan Ibu Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum DPP PDIP) tahun 1999. Kalau Sugawa Korry bisa wujudkan ini di Bali, saya kira bagus untuk menjadi contoh bagi rakyat. Artinya, Golkar tidak harus bertempur dan berhadapan terus dengan sang jawara (PDIP)," tandas Rai Budiasa, yang kini aktif urusan kesenian dan budaya bersama yayasannya.
Sementara, kader senior Beringin lainnya, I Gede Wiratha, melihat Sugawa Korry sebagai sosok yang paling tepat memimpin Golkar Bali. "Sugawa Korry sudah matang memimpin Golkar. Dari berpengalaman dan ketokohannya sudah pas kalau Sugawa Korry naik. Cuma, sekarang tantangannya adalah bisa nggak dia merangkul kader partai," ujar Gede Wiratha yang hadir dalam Musda Golkar Bali di Hotel Prime Plaza, Sanur, Denpasar Selatan, Senin lalu.
Gede Wiratha menyebutkan, mulusnya Sugawa Korry naik ke kursi Ketua DPD I Golkar Bali tidak terlepas dari sikap legowo Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, Plt Ketua DPD I Golkar Bali yang kini menjabat Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Golkar.
"Saya lihat, kalau Demer memaksakan diri di Bali, dia akan habis energi. Capeklah dia itu. Baguslah kalau dia legowo tidak maju dan menyodorkan tongkat ke Sugawa Korry," tegas politisi pengusaha mantan Ketua Kadin Bali ini.
Wiratha berharap Sugawa Korry bisa membawa soliditas Partai Golkar di Bali, dengan kebangkitan dalam event politik seperti Pilkada 2020 dan Pileg/Pilpres 2024. "Tantangan Sugawa Korry itu di Pilkada 2020 serentak nanti. Jadi, ituah pembuktiannya sebagai Ketua DPD I Golkar Bali. Saya sebagai kader mendukung Sugawa Korry untuk membesarkan Golkar," papar kader senior yang kini duduk di Dewan Pertimbangan Partai Golkar Bali ini.
Nyoman Sugawa Korry sendiri terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD I Golkar Bali 2020-2025 dalam Musda di Sanur, Senin lalu, setelah kandidat favorit Gede Sumarjaya Linggih alias Demer mengundurkan diri saat injury-time. Padahal, awalnya Demer sudah berhasil mengantongi 12 dukungan dari 14 pemegang hak suara hingga H-1