kabargolkar.com, MAKASSAR - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah
(Musda DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan pada 22 Maret nanti, sejumlah bakal calon ketua Golkar Sulsel menemui Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto. Beberapa di antaranya berhasil menemui menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian dan mantan Menteri Perindustrian tersebut, tapi beberapa calon ketua Golkar Sulsel lainnya tidak berhasil.
Kedatangan mereka menemui AH, panggilan akrab Airlangga Hartarto, tidak lain ingin meminta restu dan dukungan maju di Musda Golkar Sulsel. Terlebih berembus kabar bahwa di Musda Golkar Sulsel akan ada diskresi ketua umum, memperbolehkan calon yang tidak memenuhi syarat menjadi terpenuhi syarat dalam musda.
Terkait hal itu, Ketua DPD II Golkar Pangkep Syamsuddin A Hamid menyatakan dirinya ke Jakarta bukan menemui ketua umum Golkar Airlangga Hartarto, tapi ada agenda lain.
"Saya siap maju di musda sebagai pekerja politik. Saya ke Jakarta dengan urusan lain dinda," kata bupati Pangkep dua periode ini kepada wartawan, Senin (16/3/2020).
Informasi diperoleh, beberapa nama calon Ketua Golkar Sulsel yang ingin menemui Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, seperti Taufan Pawe (ketua DPD II Golkar Parepare), Andi Rio Idris Padjalangi (ketua Bidang Hak Asasi Manusia DPP Golkar), lalu Supriansa (anggota DPR RI Fraksi Golkar asal Dapil II Sulsel).
"Saya belum pernah berpikir ke arah itu. Namun sebagai prajurit partai kita harus tunduk pada perintah pimpinan," kata Anca sapaan Supriansa.
Terkait apakah sudah melakukan komunikasi dengan AH, ia menegaskan bahwa sebagai orang baru di partai berlambang pohon beringin sangat mengerti.
"Saya mengerti diri sebagai anak baru di Golkar," ujarnya.
Sementara Taufan Pawe dan Andi Rio yang dikonfirmasi belum memberikan komentar.
Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hamka Baco Kady mengaku siap mencalonkan diri jika mendapat izin atau restu dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
"Kalau ada izin dari ketua umum partai dan restu dari DPD, maka semua siap. Apakah kapasitasnya bisa? Tentu harus diukur dong, tentu juga tidak semua direstui ketua umum," ungkap Hamka di Makassar, Kamis (12/3/2020).
Hamka mengaku bahwa siap mengembang amanah lebih besar dengan mau mencalonkan diri jika mendapat restu dari ketua umum. Sikap Hamka ini berubah setelah sejumlah kader Golkar menyatakan sikap maju pada pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel akhir Maret nanti. Namun sampai hari ini dirinya belum menemui ketua umum karena masih melaksanakan reses di daerah pemilihannya, Dapil Sulawesi Selatan I.
"Kita di Golkar itu punya etika, apalagi saya seorang anggota DPR RI, ada etika-etikanya dan tidak langsung-langsung bersikap," ujarnya.
"Sebenarnya tidak gampang mengurus Golkar apalagi di Sulsel. Jangan anggap enteng, ini Sulsel. Ini lumbung partai Golkar Indonesia Timur, jangan hanya mau saja, tapi tidak bisa mengelola partai dengan baik," lanjutnya.
Ditanya apakah sudah menyampaikan keinginan maju kepada Plt Ketua Golkar Sulsel M Nurdin Halid? Hamka menyatakan bahwa setiap saat ini bersama mantan calon gubernur Sulsel tersebut