12 Juli 2020
Ichsan Firdaus: Ada 3 Hantu Dalam Politik Beras di Indonesia
  Bambang Soetiono
  23 Juni 2020
  • Share :
Ichsan Firdaus

kabargolkar.com, JAKARTA - Kabar terkait akan datang krisis pangan dalam waktu dekat akibat wabah Covid19 di dunia telah terdengar dari lembaga pangan dunia FAO dan juga dari beberapa negara. Ada 3 penyebab utama terjadinya kerawanan pangan pasca Covid19, yaitu, hambatan distribusi dan logistik impor karena kebijakan pembatasan wilayah, negara produsen mengamankan kebutuhan dalam negerinya dan negara-negara condong mengutamakan pasar domestik dan pengembangan produksi pangan lokal. Hal ini terungkap pada diskusi virtual EpicTalk pada hari Selasa, 23 Juni 2020, dengan 2 narasumber utama Prof. Dwi Andreas Santosa Guru Besar IPB University dan Ichsan Firdaus anggota Komisi IV DPR RI dari fraksi Partai Golkar.

Ichsan Firdaus juga mengungkapkan dalam diskusi itu bahwa masih terjadi perbedaan data pemerintah terkait data pertanian, dalam hal ini adalah perbedaan data surplus beras.

"Masih terdapat perbedaan data terkait data surplus beras antara BPS, Kementan dan Ditjen Tanaman Pangan" jelas Ichsan Firdaus. Menurut catatan BPS menyatakan surplus 6,4 juta ton per Juni 2020, sedangkan Kementan mengeluarkan data surplus beras mencapai 7,49 juta ton, dan Ditjen Tanaman Pangan menuliskan surplus beras mencapai 8,1 juta ton.

Ichsan Firdaus melanjutkan bahwa data ini menjadi 'Hantu Surplus' karena selalu muncul tiap tahun tanpa ada kejelasan data, Hantu Surplus ini juga biasanya muncul tiap tahun bersama dengan 2 Hantu lainnya, yaitu, Hantu Mafia Beras dan Hantu Mafia Impor. 

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.