BW menambahkan, selama dirinya menjadi kader partai Gerindra, ia merasakan tidak nyaman dengan mekanisme organisasi yang terlalu banyak intervensi dari para petinggi. Gerindra sebagai partai kader yang memiliki AD)ART seharusnya dikelola dengan mekanisme aturan yang konstitusional
“Terakhir, terkait pergantian struktur kepengurusan, saya selaku kader lama tidak pernah dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan atau rapat-rapat partai. Sehingga saya merasa bahwa saya tidak dibutuhkan lagi oleh partai,” tutupnya.
Demikian pengunduran diri ini dibuat tanpa paksaan dari pihak manapun.
Ketua DPD II Golkar Lombok Timur, H Hasan Rahman dikonfirmasi membenarkan bahwa Budi Wawan sudah menjadi kader Golkar. “Iya, ceritanya panjang,” pungkasnya.
Ia menjelaskan, banyak para tokoh yang ingin bergabung, begitu juga eks kader Golkar yang sebelumnya sudah pindah ke Partai lain namun kembali lagi ke Golkar dengan berbagai alasan. Intinya Golkar membuka ruang bagi siapapun yang ingin bergabung.
Terhadap Budi Wawan memang sudah menjadi bagian dari kader Golkar setelah menyerahkan syarat formalnya. “Kalau potensi untuk didorong pada Pileg 2024, kami Partai ada prosedur, selama yang bersangkutan memenuhi persyaratan dan bagus komunikasi dengan masyarakat,” tutupnya.