Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Golkar Jabar Tolak Gerindra Gabung Koalisi Jokowi
  Kabar Golkar   01 Agustus 2019
[caption id="attachment_26330" align="aligncenter" width="700"] Golkar Jabar Tolak Gerindra Gabung Koalisi Jokowi Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. (CNN Indonesia/Tiara Sutari).[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi lebih menginginkan Partai Gerindra tetap berada di luar pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin alias oposisi. Bagi dia, pemerintahan dalam lima tahun ke depan butuh mitra. Hanya saja, mitra itu tak mesti berada di dalam pemerintahan. Di luar pemerintahan, dalam hal ini oposisi, juga bisa dikatakan sebagai mitra. "Saya hanya menyampaikan, negeri ini harus ada kekuatan politik yang menjadi mitra. Mitra itu ada di dalam ada di luar. Yang di luar itu harus ada," kata Dedi ditemui di Gedung DPP Golkar, Jakarta, Rabu (31/7) malam. Saat ditanya terkait kemungkinan akan ada menteri dari Partai Gerindra di kabinet Jokowi, Dedi mengaku tak ingin ikut campur. Persoalan pemilihan kabinet kementerian sepenuhnya adalah hak dan kewenangan Jokowi. "Urusan pemilihan menteri itu urusan Pak Jokowi ya kan. Pak Jokowi yang menentukan, kan kita tidak boleh mencampuri hak perogratif presiden dan kita juga tidak boleh membebani presiden," kata Dedi. Menurutnya, Jokowi sangat berhak memilih siapapun orang yang akan diajak bergabung ke kabinet menteri periode 2019-2024. Hanya saja, jika melihat dalam kacamata kepartaian, Dedi menyarankan agar tak semua pihak berada di dalam pemerintahan, tapi harus ada yang bermitra di luar, termasuk Gerindra. "Ya saya kan sudah sampaikan (Gerindra lebih baik di luar). Komentar untuk institusi kepartaian saya katakan mitra itu ada di dalam, ada di lua,r jangan di dalam semua, harus ada di luarnya," kata Dedi. Dalam kesempatan itu, Dedi juga sempat menjawab pertanyaan tentang kesiapannya jika Jokowi justru memilihnya menjadi salah satu menteri di kabinet baru. Dedi mengaku tak mau jemawa dengan isu-isu kabinet yang juga memunculkan nama dirinya dalam daftar itu. "Nggak boleh geer (gede rasa), seluruhnya adalah hak preogratif presiden, kita nggak boleh geer," kata Dedi. Dia menyebut, hingga kini tak tahu nama yang diusulkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto kepada Jokowi untuk menjadi menteri. Dia juga mengaku tak kepedean namanya akan diusulkan Airlangga dalam salah satu bursa menteri untuk partai kaolisi. "Pak Airlangga belum pernah bilang kan sampai sekarang. Kata Pak Airlangga rahasia. Nggak ada pede, ya biasa saja kan kita biasa," kata Dedi. (cnnindonesia)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.