11 Juli 2020
Menko Airlangga Jelaskan Maksud Jokowi Berdamai dengan Covid-19
  Bambang Soetiono
  15 Mei 2020
  • Share :
Menko Airlangga Hartarto. (Foto: Screen Shot Video 20detik)

kabargolkar.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia harus berdamai dengan wabah COVID-19. Apa maksudnya?

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan saat ini seluruh negara di dunia tengah berupaya melawan wabah COVID-19. Bukan hanya wabahnya yang dilawan tapi juga dampaknya yang ditimbulkan terhadap sosial dan ekonomi.

Indonesia sendiri menuruh arahan Jokowi melawan dengan cara berdamai dengan Corona. Tujuannya untuk menyelamatkan kondisi sosial dan ekonomi.

"Disampaikan Pak Presiden bahwa yang terdampak bukan Indonesia sendiri tapi 213 negara lain. Arahan Bapak Presiden bagaimana berdamai dengan COVID-19, sehingga sosial ekonominya dampaknya tidak dalam dan terus menerus segera bisa keluar dari situasi ini," tuturnya dalam acara Kampanye Nasional 'Bangga Buatan Indonesia', Kamis (14/5/2020).

Airlangga menambahkan, pemerintah sendiri menaruh perhatian besar untuk dunia usaha khususnya UMKM. Cara itu merupakan upaya pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi.

Dia menjelaskan ada beberapa dukungan yang dilakukan pemerintah untuk UMKM. Pertama dari sisi pajak pemerintah memberikan subsidi.

"Omset UMKM di bawah Rp 4,8 miliar dikenakan pajak 0,5%. Itu pemerintah yang bayar, akan disubsidi," tuturnya.

Kedua pemerintah memberikan subsidi bunga kepada pinjaman UMKM hingga Rp 500 juta. Subsidinya bulan 6% ditanggung pemerintah selama 3 bulan, dan 3% selama 3 bulan.

Sementara untuk pinjaman mikro di bawah Rp 10 juta seperti UMi dan Mekaar akan diberikan subsidi bunga 6% selama 6 bulan.

"Kalau yang menengah di atas Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar pemerintah subsidi sebesar 3% untuk 3 bulan pertama dan 3% untuk 3 bulan kedua," tambahnya.

Pemerintah menyiapkan dana yang cukup besar untuk dukungan stimulus itu. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 34,1 triliun.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.