Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Menko Airlangga: Industri Digital Jadi Penarik Pertumbuhan Ekonomi
  Bambang Soetiono   08 Juli 2020
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Peluncuran Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (Foto: cnbc/Tangkapan Layar Youtue Kemenkeu)

kabargolkar.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang saat ini berlangsung telah mendorong masyarakat di Indonesia untuk segera masuk ke era Industri 4.0. Bahkan industri digital di Tanah Air, menurut Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, bisa menjadi penghela pertumbuhan ekonomi nasional post-pandemic.

Saat ini banyak orang sudah mulai bekerja dari rumah. Bahkan sudah semakin banyak pula masyarakat berbelanja secara online (daring). Kondisi itu telah membuat e-commerce di Tanah Air kian bertumbuh, seperti dijelaskan Airlangga Hartarto kepada media.

"Memang Pandemi Covid-19 ini menjadi akselerator bagi Industri 4.0. Saat ini jaringan internet menjadi sesuatu yang diperlukan dan sangat relevan terhadap masyarakat. Baik itu di sektor kesehatan dengan telemedicine, kemudian juga tele-education," kata Airlangga Hartarto.

Bahkan kini para pelajar sudah mulai belajar dari rumah atau belajar dari jarak dan e-learning juga terus bertumbuh di Indonesia. Kondisi ini semua telah mengakrabkan masyarakat dengan teknologi dan industri 4.0.

Menurut Airlangga dalam usaha kecil dan menengah, internet juga sudah dimanfaatkan dengan adanya e-commerce. Bahkan warung kecil sudah menggunakan aplikasi digital untuk pengadaan barang dan memonitor stok mereka.

"Ke depan infrastruktur digital itu menjadi sesuatu yang mutlak. Saat ini pemerintah sedang melakukan penguatan infrastruktur digital. Fiber optik kita juga sudah tersambung dari wilayah Sabang sampai Merauke. Juga dari Sulawesi Utara hingga NTT," kata Airlangga Hartarto.

Teknologi informasi ke depan, menurut Airlangga, adalah jaringan 5G. Sementara saat ini jaringan 4G sudah mencapai 97,5% wilayah di Tanah Air, yang berarti masyarakat tak ketinggalan.

Di Indonesia sendiri jumlah pengguna atau orang yang terhubung dengan internet sudah mencapai sekitar 180 juta orang. Sementara untuk penggunaan layanan online sendiri sudah mencapai 105 juta orang. Airlangga menyatakan hal itu menjadi modal yang harus terus dijaga oleh pemerintah.

"Pemerintah saat ini terus mendorong agar ada investasi untuk membuat device (telekomunikasi) yang lebih murah. Sehingga transformasi (industri) ini nanti juga diikuti dengan biaya komunikasi yang lebih rendah," kata Airlangga Hartarto.

Selain itu industri e-commerce kini juga menjadi salah satu pengungkit tambahan pertumbuhan ekonomi nasional, karena grafik pertumbuhannya sudah positif dan tidak mengalami penurunan. "Sektor industri digital di Indonesia ini potensinya sampai tahun 2025, untuk e-commerce, adalah 125 miliar dolar AS (sekitar 1800 triliun rupiah)," ungkap Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga menegaskan Indonesia bisa melakukan leap frog (lompatan) melalui digitalisasi. Potensi untuk industri digital di ASEAN sendiri kini mencapai 150 miliar dolar AS. Ini menjadi sebuah peluang pasar yang menggiurkan bagi pelaku industri digital di Tanah Air.

"Kita ketahui Indonesia saat ini memiliki keunggulan di bidang teknologi, karena beberapa perusahaan unicorn asal Indonesia, juga beroperasi di Singapura, di Vietnam, bahkan di Filipina," ujar Airlangga.

Industri digital ini menurut Airlangga bisa menjadi leverage dan digunakan untuk menghela pertumbuhan ekonomi post pandemic.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.