Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
DPR Ratifikasi IEAFTA-CEPA, Wamendag Sebut Produk RI Siap Serbu Pasar Swiss hingga Norwegia
  Bambang Soetiono   19 April 2021
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga.

kabargolkar.com, JAKARTA - DPR resmi meratifikasi Indonesia-European Free Trade Comprehensive Economic Partnership
Agreement (IEAFTA-CEPA). Pengesahan perjanjian perdagangan ini akan memperkuat penetrasi produk-produk Indonesia di pasar Eropa.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga optimistis melihat melihat potensi-peningatan ekspor ke Islandia, Norwegia, Liechtenstein, dan Swiss.. Ada ribuan pos tarif yang mendapat pengurangan atau bahkan tarifnya 0 persen.

“Pak Mendag, saya dan seluruh jajaran Kemendag sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan DPR RI khususnya Komisi VI," kata Wamendag, Minggu (18/4/2021).

Untuk pasar Islandia, ada 8.100 pos tarif yang dibebaskan alias 0 persen. Angka itu merupakan 94,28 persen dari semua jenis barang ekspor dan nilainya hampir 100 persen dari nilai seluruh jenis produk Indonesia yang diekspor ke Islandia.

Untuk Norwegia, jenis pos tarif yang dibebaskan untuk produk Indonesia mencapai 6.338 meliputi 90,97 persen dari seluruh jenis produk ekspor atau 99,75 persen dari seluruh ekspor Indonesia. Sedangkan untuk Swiss dan Liecthenstein, ada 7.042 pos tarif, meliputi 81,74 persen jenis produk ekspor atau 99,65 persen nilai ekspor Indonesia ke dua negara tersebut.

Dengan hampir semua produk Indonesia yang tarifnya 0 persen, Wamendag optimis daya saing produk Indonesia akan naik tajam. Lewat perjanjian, bakal ada peningkatan serapan produk Indonesia ke empat negara tersebut.

"Banyak jenis produk yang diperkirakan akan mendapat dampak positif, antara lain perhiasan, timah, fiber optik, sabun, peralatan listrik, baut, mesin, alas kaki, telepon hingga arang kayu," ucapnya.

Selain produk-produk tersebut, kata Wamendag, Indonesia juga mendapat angin segara berupa peningkatan profil kelapa sawit. Seperti diketahui, Uni Eropa beberapa tahun belakangan ini meningkatkan kampanye negatif produk kelapa sawit dan turunannya.

“Ini angin segar bagi industri kelapa sawit Indonesia. Pasar 4 negara Eropa tersebut mulai bersikap terbuka. Syarat sustainability yang mereka tetapkan tentu akan kita penuhi karena memang sejak awal industri kelapa sawit Indonesia berkomitmen terhadap sustainability ini.” tuturnya.

Keterbukaan sikap dan kebijakan empat negara Uni Eropa diharapkan membuka jalan bagi sikap serupa dari negara Eropa lain, khususnya negara-negara yang selama ini bersikap keras seperti Prancis.

Wamendag menilai isu CPO semata spersaingan dagang. Minyak nabati kelapa sawit terbukti sangat efisien dari segi lingkungan dibandingkan minyak nabati dari tumbuhan lain seperti rapeseed.

Selain efisien secara lingkungan, minyak kelapa sawit juga efisien dari segi produksi. Akibatnya daya saing kelapa sawit sangat besar dibandingkan produk sejenis dari tumbuhan lain. Ini yang membuat beberapa negara di Eropa mempunyai resistensi terhadap kelapa sawit Indonesia.

Ke depan menurut Jerry setidaknya ada dua hal yang perlu dilakukan berkaitan dengan diratifikasinya IEFTA-CEPA ini, pertama, perlu sosialisasi dan fasilitasi kepada para pelaku usaha agar pemanfaatannya optimal. Kedua, perlu mendukung ekspor ke negara-negara tersebut dengan berbagai langkah dalam peningkatan kapasitas pemenuhan standar produk, menekan biaya logistik dan menguatkan dukungan sistem pembiayaan dan pembayaran.

Untuk itu, Wamendag meyakinkan jajaran Kemendag akan mengawal perjanjian ini

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.