27 September 2021
Menperin AGK Ungkap Pandemi Jadi Peluang Genjot Investasi dan Ekspor Industri Furnitur
  Bambang Soetiono
  27 Mei 2021
  • Share :
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita - Foto: dok Kemenperin

kabargolkar.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menilai pandemi menjadi peluang untuk meningkatkan investasi dan ekspor industri furnitur atau pengolahan kayu. Hal ini terlihat dari kinerja industri furnitur pada kuartal I yang tumbuh positif 8,04 persen.

Produktivitas industri pengolahan kayu dalam negeri terus meningkat, yang menandakan meningkatnya permintaan atau demand pada sektor tersebut. Hal ini berpeluang menarik minat investasi di sektor tersebut, seperti yang dilakukan oleh PT Woodone Integra Indonesia yang investasi sebesar Rp255,8 miliar.

Investasi ini khususnya untuk pengembangan produk pintu dari kayu. Secara keseluruhan, perusahaan memproduksi barang bangunan dari kayu dan komponen bahan bangunan dari kayu yang meliputi wooden step, pintu kayu, stair riser, kusen kayu, list kayu/architrave, dan plinth kayu/skirting. Produk utama saat ini adalah pintu kayu dengan kapasitas produksi 35 ribu set per bulan.

Agus mengatakan pemerintah terus mendorong tumbuhnya investasi industri tersebut di Tanah Air dengan memberikan fasilitas kemudahan terutama untuk mengantisipasi penyediaan faktor-faktor produksi seperti pusat logistik bahan baku, program revitalisasi mesin atau peralatan, fasilitas politeknik furnitur.

Kemudian program pengembangan desain furnitur, insentif tax holiday, tax allowance, super deduction tax untuk reseach and development (R&D) dan vokasi, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), serta Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

"Ketersediaan bahan baku yang melimpah sebagai comparative advantage, serta didukung dengan kemudahan iklim berusaha Pemerintah melalui UU Cipta Kerja diharapkan juga dapat mewujudkan industri yang menghasilkan nilai tambah tinggi, berdaya saing global, dan berwawasan lingkungan," kata Agus dalam keterangan resmi, Rabu, 26 Mei 2021.

Perluasan ekspor

Selain itu, Agus menilai terdapat pergeseran pola belanja dan peningkatan belanja online akibat pandemi. Hal ini semestinya menjadi peluang peningkatan pasar bagi industri furnitur dan woodworking, seperti yang dilakukan oleh PT. Woodone Integra Indonesia.

"Pola belanja furnitur dan renovasi rumah, termasuk pintu melalui gawai atau belanja online juga mengalami kenaikan yang sangat signifikan," ujar dia.

Perusahaan tersebut telah melakukan ekspor untuk pintu kayu sejumlah tiga kontainer dengan nilai mencapai USD120 ribu. Pada Maret lalu, perusahaan juga telah mengirimkan 35/450 set pint serta 3.570 set tangga.

Agus bilang perusahaan tersebut masih berpeluang untuk meningkatkan produksinya. Pihaknya mendorong agar Woodone bisa memproduksi hingga 100 ribu set pintu per bulan.

"PT. Woodone Integra Indonesia tentu telah memahami besarnya pasar konsumen dalam negeri Indonesia maupun pasar ekspor. Dukungan bahan baku dan permesinan yang canggih, efisien dan ramah lingkungan diharapkan dapat menunjang kelancaran produksi kedepannya," ujar dia.

Selama ini, perkembangan permintaan global produk industri furnitur dan woodworking secara keseluruhan sangat menjanjikan, baik itu di dalam negeri maupun untuk ekspor. Ekspor produk furnitur (HS 9401-9403) di tahun 2020 mengalami peningkatan dengan nilai USD1,91 miliar atau meningkat 7,6 persen dari 2019 yaitu senilai USD1,77 miliar.

Dari jumlah tersebut, Indonesia berada di deretan eksportir produk-produk funitur besar seperti Tiongkok, Jerman, Polandia, Italia, dan Vietnam. Negara-negara tujuan ekspor terbesar furnitur Indonesia pada 2020 adalah AS, Jepang, Belanda, Belgia, dan Jerman.

Pada ekspor produk woodworking, khususnya pintu (HS 4418.20), pada 2019 Indonesia juga masih berada pada deretan eksportir terbesar pintu dunia seperti Tiongkok, Canada, Polandia, Brasil, Jerman.

"Pada 2020, Indonesia berada di urutan enam besar pengekspor pintu dengan negara tujuan ekspor Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Australia, dan Afrika Selatan," jelas Agus.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.