Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
Share :
Menperin Agus Gumiwang Ungkap Industri TPT Pulih dari Pandemi, Utilisasi Naik Jadi 70 Persen
  Bambang Soetiono   01 Agustus 2022

kabargolkar.com - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terus memberikan kontribusi yang
besar terhadap perekonomian nasional sebagai jaring pengaman sosial dan penghasil devisa. Sebagai jaring pengaman sosial, industri TPT mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3,65 juta orang atau mencapai 18,79% dari total pekerja di sektor industri manufaktur.

“Sementara itu, sebagai penghasil devisa, nilai ekspor industri TPT menembusUSD13,02 miliar pada tahun 2021,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada 3rd Indonesia Textile Conference di Bandung, Kamis (28/7).

Menperin juga mengemukakan, industri TPT memiliki peranan strategis dalam proses industrialisasi. “Ini karena input dan output industri TPT mempunyai keterkaitan kuat dengan industri lain maupun sektor ekonomi lain, mulai dari bahan baku berupa serat sampai dengan barang konsumsi berupa pakaian jadi dan barang jadi,” ungkapnya.

Mengingat besarnya peran dan kontribusi tersebut, pemerintah memacu utilitas industri tekstil agarkembali ke tingkat utilisasi sebelum pandemi, yaitu antara 60-80% sehingga dapat menopang ekspor nasional. “Secara bertahap sektor ini sudah mulai pulih.Saat ini  utilisasinya di angka 70%,” sebut Agus.

Sementara itu, nilai ekspor TPT naik secara signifikan sebesar 28% dibanding tahun lalu, yang utamanya didorong oleh pakaian jadi dan benang. “Investasi industri juga mengalami kenaikan sebesar 6,4% sampaitriwulan I tahun 2022 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Sebagai salah satu sektor pioritas, idustri TPT merupakan bagian tak terpisahkan dari program Making Indonesia 4.0.  Agenda Making Indonesia 4.0 pada industri tekstil di Indonesia diarahkan untuk menjadikan industri tekstil nasional sebagai pemimpin dalam produksi pakaian “fungsional”.

Pada tahun 2025, industri TPT nasional ditargetkan dapat memenuhi sebagian besar permintaan domestik, mencapai peningkatan ekspor sebesar 15% per tahun, dan menjadi Top 5 manufaktur tekstil di  dunia pada tahun 2030 dengan spesialisasi di functional  clothing.

“Implementasi agenda Making Indonesia 4.0 di industri TPT telah dimulai dengan beberapa aktivitas mulai dari membangun konektivitas dan perbaikan alur aliran material TPT, kemudian training manajer transformasi 4.0 pada industri TPT,” tutur Menperin.

Selain itu, dilaksanakan pilot project daur ulang dan circular economy dalam rangka sustainibility, penyiapan lighthouse nasional TPT 4.0 untuk sektor benang dan kain, verifikasi INDI 4.0 atau Indonesia Industry 4.0 Readiness Index dan asesmen dalam rangka INDIAwards (penghargaan kepada industri yang telah menerapkan industri 4.0),serta insentif restrukturisasi mesin.

“Untuk mempercepat proses transformasi digitaldan pencapaian target tersebut, Kemenperin telah membangun Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 yang menawarkan lima layanan utama dalam membantu industri TPT secara khusus,” tandasnya.

Di samping itu, Kemenperin melakukan upgrading Politeknik STTT Bandung untuk menjadi capability center bagi pengembangan sumber daya manusia industri tekstil. “Kami mengundang para pelaku industri tekstil untuk memanfaatkan layanan-layanan ini dalam rangka meningkatkan daya saing produk TPT nasional di pasar global,” tegas Agus.

Gelar konferensi tekstil

Menperin memberikan apresiasi kepada Politeknik STTT Bandung yang telah turut beperan besar dalam upaya kemajuan pendidikan dan industri tekstil nasional. “Sebagai salah satu pendidikan tinggi vokasi di lingkungan Kemenperin, Politeknik STTT Bandung merupakan bagian dari ekosistem pembangunan industri nasional yang memiliki peran strategis dalam mensuplai tenaga kerja terampil sesuai dengan kebutuhan industri tekstil,” jelasnya.

Penyelenggaraan The 3rd Indonesia Textile Conference merupakan bagian darirangkaian acara peringatan 100 tahun pendidikan tekstil di Indonesia.“Usia 100 tahun menunjukkan eksistensi Politeknik STTT Bandung sebagai penyelenggara pendidikan yang telah menerapkan link and match dengan industri dan customized mengikuti pergerakan arah industri sehingga menjadi solusi penyediaan SDM industri yang kompeten,” papar Agus.

Selain itu, Politeknik STTT Bandung telah menjadi contoh baik (best practice)pengelolaan  pendidikan vokasi sehingga dijadikan benchmark oleh pendidikan vokasi lain. “Keberhasilan ini patut kita replikasi pada pendidikan vokasi lainnya,” imbuhnya

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2022 Kabar Golkar. All Rights Reserved.