Menperin Agus Gumiwang: Potensi Komoditas Perkebunan Masih Tinggi
Oleh Bambang Soetiono · · Kabar Kabinet
Untuk meningkatkan industri pengolahan karet, Kemenperin mendorong penggunaan aspal karet, mengadakan business matching penguatan program P3DN, dan memperkuat kerjasama antarnegara produsen karet dunia, terutama dalam kerangka kerja sama subregional Indonesia, Malaysia dan Thailand.
Di industri kakao, Indonesia berada di urutan kedua sebagai negara pengekspor cocoa butter di dunia setelah Belanda. Indonesia juga menduduki posisi ketiga setelah Belanda dan Pantai Gading sebagai industri pengolahan kakao, dan peringkat keenam sebagai produsen biji kakao di dunia setelah Pantai Gading, Ghana, Ekuador, Nigeria dan Kamerun. Untuk meningkatkan produktivitas kakao, Kemenperin mendorong industri melakukan kemitraan dengan petani kakao. Hal ini bertujuan mengoptimalkan penyerapan kakao dari petani oleh industri.
Produk perkebunan lain yang menjadi unggulan adalah teh. Sebagai negara ketujuh produsen teh di dunia, produk teh hijau dan hitam Indonesia diekspor ke 58 negara dan produk teh ready to drink (RTD) diekspor ke 33 negara. Namun, produk teh RTD impor yang beredar lebih besar daripada produksi dalam negeri. “Sehingga perlu adanya penerapan SNI teh RTD untuk membendung impor produk RTD yang tidak memenuhi standar pangan,” lanjut Putu.
Selain teh, Indonesia juga dikenal sebagai produsen kopi. Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat di dunia yang memiliki 39 jenis kopi berdasarkan indikasi geografis. “Nilai ekspor olahan kopi tahun 2021 mencapai 604,4 juta USD yang diekspor ke sekitar 75 negara,” tutup Putu.