Selain itu, Kemenperin bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) dan IPERINDO sedang melakukan kerja sama peningkatan kapabilitas dan kompetensi industri perkapalan Indonesia melalui program “The Indonesian Shipbuilding Industry Modernization Project”. “Program ini akan dimulai pada tahun 2022 dan akan selesai pada tahun 2024 yang meliputi lima tahapan program pelatihan di Jakarta dan Surabaya, serta satu program pelatihan di Jepang, kemudian terdapat program tindak lanjut untuk mengukur pencapaian program tersebut,” ungkap Menperin.
Pada acara pengukuhan pengurus IPERINDO tersebut, Menperin berharap IPERINDO dapat bersinergi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder kemaritiman lainnya dalam upaya melahirkan terobosan-terobosan baru yang akan mengakselerasi produktivitas, daya saing, dan kesinambungan industri maritim nasional sehingga visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dapat terwujud.
Ketua Umum IPERINDO Periode 2022-2026 Anita Puji Utami menyampaikan terima kasih atas dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian. Pihaknya juga berharap, pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada industri galangan kapal nasional. “Kami menyambut komitmen dan sinergi dari Kemenperin selaku pembina dari asosiasi agar kemaritiman di Indonesia semakin mandiri dan berkembang,” ujar Anita.
Di sisi internal, IPERINDO juga akan memperkuat sinergi antar-anggota dan mendorong anggota-anggota yang mempunyai potensi untuk melakukan B2B (business to business). Selain itu meningkatkan kualitas SDM, antara lain melalui sertifikasi dan pelatihan. “IPERINDO juga mendorong para anggota untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan oleh industri maritim, tentunya yang efisien, efektif, dan ramah lingkungan,” pungkasnya.