Menurutnya, GAPMMI yang merupakan wadah pengusaha di bidang industri makanan dan minuman mempunyai peran yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah untuk menumbuhkembangkan industri makanan dan minuman di tanah air. “Partisipasi aktif dari asosiasi dan para pelaku industri dalam memberikan masukan kepada pemerintah sangat diperlukan agar kebijakan pengembangan industri tepat sasaran. Tidak hanya pada industri makanan dan minuman saja, tetapi pada industri secara keseluruhan,” tuturnya.
Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Kemenperin untuk terus mendorong industri nasional agar terus tumbuh di tengah ketidakpastian global, mulai dari dukungan implementasi industri 4.0, membuat instrumen untuk mengetahui kondisi riil industri dalam negeri, hingga dukungan ketersediaan bahan baku.
“Kami sangat berharap dukungan pemerintah untuk bisa mendorong industri makanan terus tumbuh, kami perlu dukungan ketersesidaan bahan baku sehingga bisa menjadi pendorong kepastian berusaha di Indonesia, kami yakin Kemenperin adalah stakeholder kami yang selalu mendukung industri makanan dan minuman untuk terus tumbuh dan berkembang,” sebutnya.
GAPMMI juga mengapresiasi diluncurkannya Indeks Kepercayaan Industri (IKI) untuk mengetahui gambaran kondisi industri di tanah air. Menurutnya IKI merupakan terobosan yang luar biasa karena akan menjadi basis kepercayaan para investor, sehingga bisa menumbuhkembangkan investasi di Indonesia. “Saya yakin dengan 23 subsektor yang disurvei untuk menjadi parameter, IKI akan menghasilkan data indeks yang lebih lengkap dan detail. Kami berharap ini bisa terus dikembangkan agar lebih akurat,” imbuhnya.