Sebagai upaya menyiapkan SDM industri yang kompeten, Kemenperin saat ini telah menyediakan infrastruktur dan sarana prasarana melalui 11 Politeknik, dua Akademi Komunitas, sembilan SMK Vokasi Industri, dan tujuh Balai Diklat Industri yang berada di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin. Menurut Menperin, tantangan dalam pengembangan SDM industri saat ini adalah untuk mencetak SDM industri dalam jumlah banyak. Ia meyakini unggulnya kualitas pendidikan di sekolah dan politeknik vokasi milik Kemenperin, namun peningkatan kuantitas untuk mengejar kebutuhan sektor industri sangat diperlukan.
Seluruh satuan pendidikan Kemenperin tersebut ditetapkan dengan spesialisasi tertentu di bidang industri, dan telah link and match dengan dunia usaha industri. Menperin mengungkapkan kebanggaannya atas tingkat serapan lulusan dari Politeknik dan SMK Kemenperin yang tinggi oleh industri, dengan masa tunggu tidak sampai satu tahun.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Masrokhan menyampaikan bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi terus dilakukan Kemenperin. Semua unit pendidikan vokasi yang dimiliki Kemenperin, baik Politeknik, Akademi Komunitas maupun SMK-SMTI/SMAK ditargetkan menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global. Selain itu, mendorong setiap unit pendidikan vokasi untuk bisa memenuhi program one vocational unit, one great achievement.
Politeknik ATI Padang saat ini memiliki spesifikasi di bidang industri agro, sesuai dengan kompetensi inti di wilayah Sumatera Barat yang memiliki kekuatan dan kekhasan di bidang pengolahan pangan. Politeknik tersebut memiliki Program Diploma IV dengan program studi Teknologi Rekayasa Bioproses Energi Terbarukan sebagai program studi baru. “Tidak saja menjadi peningkatan jenjang pendidikan ke level sarjana terapan, program studi tersebut juga bisa mengantisipasi kebutuhan industri di masa depan dalam mendukung hilirisasi dan pengembangan industri hijau,” ujar Masrokhan.