Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Menteri Bahlil Tegaskan Impor Minyak Rusia Tahap Pertama Sudah Terealisasi
  Muzaki   29 Juli 2026
Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia saat memberikan pernyataan kepada wartawan di Istana Kepresidenan, (28/7), Foto: CNN

Jakarta – Pemerintah memastikan impor minyak dari Rusia telah memasuki tahap realisasi. Kebijakan tersebut dilakukan melalui skema kerja sama antarpemerintah (government to government/G-to-G) sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pelaksanaan impor dilakukan langsung oleh pemerintah Indonesia dengan menugaskan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM.

"Teman-teman kan sudah saya jelaskan bahwa tahap pertama sudah terealisasi. Ya, yang melakukan impor itu adalah pemerintah Indonesia. Saya ulangi, yang melakukan impor BBM Rusia itu adalah pemerintah Indonesia, G-to-G, dan kami dari pemerintah menugaskan Lemigas sebagai BLU dari ESDM yang melakukannya," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/26).

Menurut Bahlil, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional, terutama di tengah dinamika harga minyak dunia. Dengan tersedianya cadangan yang memadai, pemerintah berharap pasokan energi dalam negeri tetap terjamin.

"Jadi, ini akan terus-menerus karena apa? Tujuannya adalah untuk menjaga cadangan kita jangan sampai terjadi kekurangan dan sekaligus memastikan bahwa energi dalam negeri kita bisa tersedia," ujar Bahlil.

Sebelumnya, pemerintah mengungkapkan rencana impor minyak dari Rusia sebanyak 150 juta barel. Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa minyak yang diimpor dari Rusia tidak akan langsung diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, pasokan tersebut dipersiapkan sebagai cadangan penyangga energi nasional.

"Itu (Impor Minyak Rusia) menjadi cadangan penyangga energi nasional," ujar Yuliot di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/26) lalu.

Terkait informasi mengenai dugaan masuknya minyak asal Rusia melalui Pelabuhan Balikpapan, Yuliot mengatakan pemerintah masih melakukan penelusuran untuk memastikan asal maupun volume minyak tersebut.

"Untuk itu pengadaan minyak itu kan ada Indonesia blend. Indonesia blend itu kan jadi minyak itu kan melalui supplier yang ada. Jadi, supplier yang ada itu ya kita terima dalam negeri adalah dalam bentuk blending, Nusantara blending. Jadi, saya rasa itu dari mana asal ini ya, apakah itu ada ya dari Rusia, berapa jumlahnya kami cek dulu ya," terang Yuliot.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.