Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, masalah komposisi menteri di kabinet baru Jokowi, pihaknya menyerahkan hal itu kepada presiden yang memiliki hak preogratif untuk menentukan pembantunya.
“Soal menteri kita serahkan kepada Presiden, Presiden memiliki hak preogratif untuk menentukan para pembantunya dan tidak boleh Presiden terkekang kebebasannya untuk menentukan orang yang mumpuni, bekerja mendampingi, menyukseskannya,”ungkap Dedi kepada wartawan di sela rapat Partai Golkar Jawa Barat di kota Bandung, Kamis (1/8/2019).
Dikatakan Dedi, pihaknya sudah memberikan dukungan penuh untuk Jokowi, bukan hanya ketika memilih, tetapi juga memberikan ruang agar Jokowi dapat memilih putra-putri terbaik bangsa, untuk mendampingi dalam pemerintahan.
“Saya lebih cenderung untuk memilih ruang terbuka kepada pak Jokowi untuk menentukan. Artinya kita tidak boleh menginterpensi apapun, karena kita sudah secara ikhlas memberikan dukungan kepada pak Jokowi,”ucapnya.
Dedi juga mengatakan, Golkar tidak pernah bicara “jatah” di kabinet. Golkar bicara masalah kemampuan yang diukur dari partai. Dedi mencontohkan, jika di partai A sumber dayanya mumpuni dan kapabelnya menjadi partai prioritas, tidak menjadi masalah. Kemudian jika partai B juga mempunyai orang yang mempunyai kapabilitas, menurut Dedi hal itu juga sah saja menjadi suatu pilihan.
“Kalau di partai B juga banyak orang yang mempunyai kapabilitasnya, ya kenapa tidak. Golkar inikan kalau bicara masalah kapabilitas orang, kan di Golkar gudangnya,”ujarnya.
Sementara ketika ditanya namanya masuk dalam bursa menteri di kabinet Jokowi, dan sudah direstui Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Dedi mengaku hingga saat ini belum pernah mendengar kabar tersebut.
“Dimana masuknya ?. Saya ga tahu pak Airlangga, yang saya tahu sampai hari ini belum pernah langsung pak Airlangga menyebut nama saya. Kalau pak Airlangga suka menyampaikan siapa nama-nama itu, itu rahasia. Makannya beredar nama saya, saya juga aneh, kenapa nama saya harus ada. Kenapa jadi ada gitu. Ya kalau saya mah orang Sunda, segini juga uyuhan,”pungkasnya.