26 Mei 2020
Menko Airlangga Hartarto Siapkan Paket Stimulus Ketiga Hadapi Covid-19
  Bambang Soetiono
  18 Maret 2020
  • Share :
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Humas Setkab)

kabargolkar.com, JAKARTA - Pemerintah tengah membidik paket stimulus ekonomi lanjutan atau ketiga untuk meredam dampak wabah virus korona terhadap perekonomian Indonesia. Paket stimulus ketiga tersebut dirumuskan berdasarkan evaluasi stimulus satu dan dan dua yang sudah dikeluarkan pemerintah beberapa waktu lalu.

"Terkait stimulus satu dan dua, kami sudah diminta Pak Menko (Airlangga Hartarto) untuk melakukan evaluasi dan monitoring karena perkembangannya begitu cepat, kita sudah mulai menyiapkan stimulus lanjutan apakah disebut tiga atau apa, dengan berdasarkan evaluasi stimulus satu dan dua," ucap Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko Perekonomian) Susiwijono di kantornya, Selasa (17/3/2020).

Susiwijono menuturkan, terdapat beberapa kebijakan yang akan dikeluarkan dalam rumusan stimulus ekonomi tersebut. Meski begitu, dia menyebut, kebijakan ini salah satunya untuk mendukung pelaksanaan social distancing.

"Pasti ada beberapa kebijakan yang akan kita keluarkan sekarang sedang kita matangkan dulu. Salah satunya adalah kebijakan untuk mendukung social distancing ini," katanya.

Lebih lanjut kata Susiwijono menuturkan, Kementerian dan Lembaga (K/L) tengah mendata dan mengevaluasi paket stimulus kedua yang dikeluarkan pada Jumat 13 Maret 2020 lalu. "Teman-teman di masing K/L dan masing-masing sektornya sudah mendata. Kami akan menanti untuk merumuskan stimulus berikutnya seperti apa supaya komprehensif nanti di dalam pengambilan kebijakan," tuturnya.

Pemerintah sebelumnya sudah mengeluarkan Paket Stimulus kedua untuk menangkis dampak virus korona atau Covid-19. Dalam paket stimulus kedua terdapat paket stimulus fiskal dan nonfiskal.

Adapun dari sisi fiskal, salah satunya, pemerintah merelaksasi Pajak Penghasilan pasal 21 (PPh Pasal 21). Relaksasi diberikan melalui skema PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 100 persen atas penghasilan dari pekerja dengan besaran sampai dengan Rp200 juta pada sektor industri pengolahan.

Sedangkan stimulus nonfiskal yang bertujuan untuk lebih memberikan dorongan terhadap kegiatan ekspor-impor.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.