Kabargolkar.com - Sejak beberapa pekan terakhir, Sultan Hamid II atau yang memiliki nama panjang Syarif Abdul Hamid Alkadrie kembali ramai diperbincangkan publik.
Sultan Hamid II merupakan sultan ke-7 di Kesultanan Qadriyah Pontianak, pada 1945 hingga 1978. Ia juga merupakan perancang lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila.
Nama Sultan Hamid II ramai diperbincangkan, karena ia disebut sebagai pengkhianat oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono.
Atas polemik tersebut, Salah satu Tokoh muda Kalimantan Barat yang juga wakil Rakyat di Senayan, Maman Abdurahman dalam tayangan Youtube Macan Idealis yang diunggah Selasa (30/6/2020) memberikan masukan sekaligus membantah atas pernyataan bahwa Sultan Hamid dari Pontianak seorang pengkhianat.
Menurutnya, tegas Maman yang kebetulan sebagai anak muda asal Kalimantan Barat mempunyai tugas moril untuk dan berkewajiban harus membela hak hak yang berkaitan dengan masyarakat di Dapilnya. Pernyataan Pak Hendropriyono baginya sangat tidak berdasar karena memberikan suatu sentimen yang harus diimbangi secara sudut pandang lainnya.
"Berdasarkan segala referensi yang secara sepihak, ini penting karena Pak Hendropriyono itu bukan pelaku sejarah di saat Almarhum Sultan Hamid hidup. Sama seperti Saya yang juga bukan pelaku sejarah di waktu itu, pada saat beliau menyatakan bahwa Sultan Hamid pengkhianat maka ada tanggung jawab yang harus saya menjelaskan serta meluruskan bahwa pernyataan "Diksi Pengkhianat" itu tidak arif bahkan keji,''. Urai Maman Abdurahman.
Lebih lanjut, Kalau benar beliau (Sultan Hamid) pengkhianat, harusnya Pak Hendro mencopot lambang Garuda yang selama ini pernah melekat di seragamnya. Ini perlu diketahui bahwa seorang Sultan Hamid adalah inisiator Burung Garuda untuk menjadi lambang Negara ini.
''Saran saya kalau memang betul seorang Sultan Hamid pengkhianat, Pak Hendro harus juga berani mencopot lambang Garuda yang pernah melekat di seragam dinasnya. Proses atau ide Burung Garuda itu salah satunya adalah Sultan Hamid II, hari ini para pejabat ada lambang Garuda di seragamnya, karena itu kalau masih menganggap pekhianat ke orang yang menciptakan Lambang Negara maka harus berani menanggalkannya,'' Tegas ketua Bappilu DPP Partai Golkar tersebut.
Pernyataan Hendropriyono di yang menyebut Sultan Hamid II pengkhianat bangsa, telah membuat semua keluarga besar kesultanan Pontianak dan masyarakat Kalimantan Barat tersinggung dan merasa dilecehkan, dan polemik diskursus pun ramai digelar oleh berbagai kalangan di Kalimantan Sendiri bahkan sampai menjadi isu nasional.
Polemik ini pun membuat rencana pengajuan Sultan Hamid II untuk dijadikan Pahlawan Nasional mendapat kajian lebih dalam kembali setelah banyaknya pro kontra yang bergulir di masyarakat.