Kabargolkar.com -
Di tengah wabah pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajaran menterinya untuk mencetak sawah baru di sejumlah wilayah Indonesia.
Hal tersebut dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama kepala negara melalui video conference, Rabu (13/5/2020).
"Dari hasil rapat, potensi yang dikembangkan bisa di atas 255 ribu hektare di lahan Hamparan, Kalimantan Tengah," kata Pria yang juga Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Terbaru Presiden akan membuka Food Estate di Kalimantan Tengah. Seperti yang kami sadur dari laman CNNIndonesia, Kamis (09/07/2020) Food Estate diketahui merupakan kawasan yang digarap oleh Kemenhan. Beberapa waktu lalu juru bicara menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa Kemenhan saat ini tak hanya fokus di segmen pertahanan tapi juga diberi mandat memperkuat sektor pangan di Indonesia.
Partai Golkar yang selama ini sangat fokus dalam isu ketahanan pangan, juga harus bisa memperhatikan sektor pangan sebagai alat untuk kesejahteraan rakyat. Dalam kesempatan kali ini, Ricko Lodewiyk salah satu kader muda Golkar yang aktif di kepengurusan DPD 1 Golkar DKI memberikan sumbangsarannya perihal isu sektor pertanian ini.
''Partai golkar harus kembali di tujuan awal yaitu mensejahterakan rakyat Indonesia dan lebih memperhatikan sektor pangan di saat pandemi seperti saat ini khusus nya dalam waktu dekat ini menurut analisa akan terjadi krisis pangan, apabila partai golkar tidak melakukan secara konkrit terhadap kepentingan rakyat Indonesia secara keseluruhan mustahil bagi saya di pemilu akan datang partai golkar di dukung oleh masyarakat luas," Ungkapnya dalam pesan selular yang kami terima, Rabu (15/7/2020).
Krisis pangan dapat menjadi ancaman nyata negara karena disebabkan beberapa hal, antara lain, pertama, negara miskin SDA (Sumber Daya Alam) pertanian dan pangan, kedua, ketergantungan impor pangan yang tinggi, ketiga, kemandirian pangan yang tidak terwujud dan keempat, politik pangan tidak menjadi arus utama dalam pembangunan nasional, dan itu semua pernah dialami saat Negara Negara Arab terjadi darurat Politiknya yang disebut Arab Springs.