KabarGolkar - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai sebagai sosok calon presiden (Capres) yang tepat untuk mengakhiri politik identitas. Hal ini karena Airlangga tidak terkait dengan stigmatisasi politik seperti kadrun, kampret, atau cebong.
"Sesungguhnya kita mengusung Pak Airlangga beliau merupakan sosok yang paling tepat untuk menggantikan Pak Jokowi karena beliau tidak berada dalam stigma itu semua," kata Koordinator Nasional Sahabat Airlangga, Deden Nasihin dalam keterangannya, Selasa (10/5/2022).
Deden mengatakan Golkar adalah partai moderat. Untuk itu, Golkar berdiri di atas semua suku agama dan golongan.
"Kita Indonesia," tegasnya.
Deden tidak menganggap adanya polarisasi di tengah masyarakat dengan label kadrun atau kampret melawan cebong. Ditegaskan, politik identitas atau apa pun namanya yang menyeret kepada politik yang tidak bermartabat seharusnya diakhiri jika elite mengusung demokrasi yang berkeadaban.
"Kita sudahi untuk menuju Indonesia yang lebih maju tentunya," kata Deden.
Deden menambahkan sejauh ini, pihaknya fokus mensosialisasikan sosok Airlangga kepada berbagai lapisan masyarakat. Hal itu dilakukan dengan narasi-narasi yang jauh dari stigma-stigma tersebut sehingga harapannya terhindar dari polarisasi.
Ditekankan, Airlangga merupakan sosok yang akan mampu membawa kemajuan, kesejahteraan untuk masyarakat Indonesia.
"Masyarakat berbagai lapisan, milenial, tua muda kita ajak untuk berbuat sesuatu yang postif untuk bangsa ini barsama Pak Airlangga, dan meyakinkan bahwa harapan itu masih ada. Kita sebagai bangsa tidak boleh pesimistis. Tidak boleh terjebak dari polarisasi yang saat ini sudah terbentuk kalau memang itu faktanya ada," tuturnya.