Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Kader Golkar Vani Tambajong Inisiasi Diskusi Sederhana Bahas Wakil Walikota Balikpapan
  Nyoman Suardhika   04 Juli 2022
Credit Photo / Istimewa
telah disepakai pasangan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dari Partai Golkar dan almarhum Thohari Azis dari PDI Perjuangan. “Harusnya nggak perlu bingung karena sudah jelas Wali Kotanya Golkar dan Wakilnya PDI Perjuangan. Ya, kita kembalikan ke konstitusi atau aturan yang ada".

Ridwan tahir mengatakan, jika flashback sejarah Pilkada 2020 lalu, seluruh partai koalisi bersama-sama mengusung Pasangan Rahmad Mas’ud – Thohari Azis.

Untuk menjadi wali kota dan wakil wali kota Balikpapan. Dan pasangan ini secara resmi telah terpilih.Artinya, secara obyektif wakil wali kota Balikpapan adalah almarhum Thohari Aziz dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sudah sepantasnya pula penggantinya dari partai yang sama.

“Kalau berbicara etika politik, sudah selayaknya pengganti almarhum dari partai yang sama. Tapi kita tunggu saja Wakil Wali kota Balikpapan dari pilihan wakil rakyat(DPRD),” ucap Ridwan menjelaskan pertanyaan Tambajong.

Sementara pemerhati kebijakan publik Hery Sunaryo menyampaikan Persoalan wakil walikota Balikpapan yang kosong hingga saat ini adalah persoalan serius dengan berbagai problem kota yang ada hingga tidak terselesaikan, "bisa jadi dikarena adanya kepincangan dalam menjalankan roda pemerintahan Balikpapan karena tidak adanya wakil walikota Balikpapan"

Menurut Hery Melihat Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 pasal 173 dan pasal 174 yang mengatur adanya mekanisme mengganti kepala daerah.Namun jelas pula di pasal 174 juga diatur siapa saja yang dapat mengajukan Calon. Berdasarkan aturan mainnya partai pengusung berhak mengajukan nama calon yang akan diusung.

Dari proses ini kita ingin juga mengukur kemampuan wakil rakyat kita di DPRD Balikpapan dalam hal menyelesaikan persoalan ini.
Apakah proses lobi lobinya yang panjang sehingga ini seolah olah blunder atau memang ada tujuan tujuan lain, hingga 18 bulan sehingga di ambil alih oleh pemerintah pusat kemudian berharap pemerintah pusat menunjuk penggantinya sehingga ini di buat lama.Tutur Hery.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Putaran Survei Nusantara (PSN) Efendi Bahtiar SSos mengatakan, diskusi kali ini mengingatkan kepada wakil rakyat bahwa masyarakat Balikpapan sedang mempertanyakan  kapan Balikpapan memiliki Wakil Walikota Balikpapan pengganti almarhum Thohari Aziz. “Saya melihat partai pengusung ini kurang kompak dalam mengajukan calonya. Sebenarnya saya melihat suara masyarakat simpel aja bahwa sesuai hasil Pilkada 2020 lalu yaitu Wali Kota dari Golkar dan Wakilnya dari PDI Perjuangan,” kata Effendi.
Effendi menambahkan, sebenarnya sesuai etika politik kalau mau simpel karena almarhum Thohari Aziz dari PDI Perjuangan jadi otomatis calon pengganti dari PDI Perjuangan. “Betul sich secara etika politik seperti itu. Tetapi dalam ilmu politik tidak mengajarkan begitu. Ya, tergantung kepentingan dan banyak factor. Belum tentu yang kemarin wakilnya dari PDI Perjuangan dan penggantinya dari PDI Perjuangan juga,” pungkasnya.

Acara diskusi berlangsung selama 2 jam sebagai penutup Tambajong bocorkan rencana diskusi berikutnya akan menghadirkan para calon wakil walikota "Kami telah menghubungi beberapa calon,dan siap hadir diskusi berikutnya" .

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.