Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dedi Mulyadi menilai, sosok Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto adalah menteri yang tak pernah membuat gimmick dan pencitraan.
Sebagai pejabat publik, menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR ini, Airlangga adalah sosok yang lebih cinta pekerjaan bahkan dibandingkan partainya sendiri.
“Kalau tidak konsisten orang akan menganggap itu pencitraan. Masyarakat sekarang sudah bisa menilai mana yang pencitraan, mana yang lahir dari hati nurani,” ujar pria yang akrab disapa Kang Dedi ini, dalam acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2022 DPD II Golkar Kabupaten Purwakarta, di Purwakarta, Jawa Barat, kemarin.
Untuk itu, ia mengajak seluruh kader Golkar di Purwakarta, untuk tak ragu memamerkan kebaikan Airlangga di media sosial.
Sebab jika itu dilakukan setiap hari maka masyarakat sendiri yang akan menilai bahwa hal tersebut bukanlah pencitraan melainkan perbuatan baik yang lahir dari hati nurani.
“Pelajaran terpenting adalah keikhlasan bertindak menjadi kunci keberhasilan. Sering kali kita berpartai banyak kepentingan, sering kali tidak tercapai dampaknya menghianati. Untuk itu hanya keikhlasan yang bisa mengantarkan kita pada keberhasilan,” tegasnya.
Politisi yang identik dengan iket putih itu pun berharap, para kader Golkar mendukung satu sama lain untuk saling membesarkan partai.
Sehingga dari Partai Golkar ini, Kang Dedi mengungungkapkan, akan lahir pemimpin besar yang memberikan karya terbaik untuk negeri.
“Berbuat baik jauh lebih utama dari sekadar berkata-kata, berbuat nyata jauh lebih baik dari sekadar menulis sebuah makna,” ungkapnya.
Kang Dedi pun menyebut ada sosok pejabat di negeri ini yang tak pernah mencari simpati masyarakat dengan berbagai gimmick atau pencitraan.
Menteri tersebut justru lebih fokus bekerja membantu presiden demi kepentingan nusa dan bangsa.
Bahkan, kata Dedi, sosok tersebut pun lebih terlihat mementingkan pekerjaannya sebagai menteri dibanding menjadi ketua partai.
“Pada saat pejabat negara mencari simpati publik dengan berbagai gimmick, ada satu orang menteri yang jarang pencitraan. Ada seorang menteri yang tidak pernah membangun gimmick, ada seorang menteri yang jarang berkata-kata, dia lebih mencintai pekerjaannya dibanding partainya,” kata Dedi.
“Kecintaannya pada pekerjaan untuk untuk negara lebih besar dari partainya. Siapa itu? Dialah Menteri Airlangga Hartarto,” kata Kang Dedi Mulyadi melanjutkan.
Terakhir, Kang Dedi juga memberikan catatan penting untuk para kader Golkar yang kini menjadi menteri, DPR, bupati/wali kota, gubernur atau pejabat lainnya untuk melayani masyarakat tanpa melihat golongan. Sebab atribut kepartaian harus dilepas demi bersama membangun bangsa.
“Atribut di kepartaian akan semakin besar seiring kebesaran perbuatan yang kita buat. Karena Partai Golkar partai karya dan kekaryaan, maka setiap kadernya diukur dari karyanya. Untuk itu kita perbanyak membuat karya,” tutupnya.