kabargolkar.com - Puluhan perempuan yang tergabung dalam Ikatan Istri Partai Golkar atau
IIPG Kota Probolinggo, menggelar Boston Fashion Week sebagai bentuk dukungan sekaligus kampanye Kebaya Goes to UNESCO.
Puluhan ibu-ibu IIPG ini berkumpul di depan Boston kafe di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Tisnonegaran Kota Probolinggo, Rabu (28/09/2022) pukul 15.30 WIB.
Para perempuan cantik ini, berdandan cantik dan mengenakan pakaian kebaya lengkap. Mereka tampak anggun mengenakan kebaya warna-warni
“Kegiatan ini digelar secara spontan, sebagai dukungan penuh terhadap Kebaya Goes to UNESCO. Kebaya merupakan warisan budaya kita bangsa Indonesia," kata Ketua IIPG Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Sinta Kusumawardani.
“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan dari para anggota, dengan persiapan yang cukup singkat, acara ini berjalan seperti yang kita harapkan,” ungkapnya.
Acara Boston Fashion Week yang digagas IIPG Kota Probolinggo, ini semakin meriah ketika puluhan ibu-ibu cantik berlenggak-lenggok layaknya pragawati.
Para ibu-ibu cantik ini tampak sangat bersemangat berjalan di pinggir jalan kafe Boston. Selain memperagakan busana kebaya, para ibu-ibu ini juga membagikan bunga kepada para pengguna jalan.
Mereka mebagikan bunga mawar berwarna kuning sebagai tanda persahabatan sekaligus meminta dukungan kepada masyarakat agar mendukung kebaya Goes to UNESCO yang penilaiannya dilakukan pada Oktober 2022 mendatang.
Ketua Partai Golkar Kota Probolinggo, Fernanda Zulkarnain, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh IPPG tersebut.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini, dan semoga nantinya kebaya bisa diakui oleh dunia, sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia,” kata Fernanda yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo ini.
Untuk diketahui, Kebaya Goes to UNESCO merupakan upaya bersama agar kebaya diakui sebagai warisan budaya berbusana dari leluhur Nusantara yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
UNESCO merupakan sebuah organisasi dibawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang merupakan organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan.
Melansir Ich.unesco.org setidaknya ada 12 warisan budaya tak benda dari Indonesia yang telah diakui UNESCO. 12 warisan budaya tak benda Indonesia tersebut dari berbagai daerah, diantaranya Kesenian wayang (2008), kesenian wayang kulit dan wayang golek ini merupakan kesian asli pulau Jawa.
Keris, merupakan senjata tradisional asli dari tanah jawa yang dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO di tahun 2008.
Selanjutnya adalah Batik dan Pendidikan dan pelatihan batik di tahun 2009, angklung (2010), tari saman (2011), Noken, tas tradisional asal Papua berbahan dasar serat kayu yang biasanya dibawa dengan menggunakan kepala di tahun 2012.
Kemudian ditahun 2015, UNESCO juga mengakui tiga genre tari tradisional Bali, yakni tari sakral (Wali), tari semi sakral (bebali) dan tari tradisional yang biasa dinikmati oleh masyarakat luas.
Lalu di tahun 2017 ada Kapal Pinisi, Pencak Silat di tahun 2019, pantun di tahun 2020, dan gamelan di tahun 2021
Dengan adanya dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, saat ini Kebaya yang merupakan pakaian tradisional dari Indonesia diharapkan bisa diakui oleh UNESCO. Kebaya akan bersaing dengan tiga negara salah satunya adalah Malaysia