*Ketiga* adalah kusus untuk penyediaan susu, Pemerintah harus memulai mengadakan indukan susu sapi perah, langka awal tentu Pemerintah melakukan impor sapi. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah siapa pengeloka sapinya ? Sebelum melakukan impor sapi, Pemerintah harus mendata potensi sapi yang ada di Indonesia, seperti Bali, NTT, Sumatera Barat, Jawa Timur dan daerah lainnya, merekalah yang berpotensi untuk mengelokanya, Koperasi Peternak Sapi harus dibangkitkan kembali, membangun peternakan butuh waktu lama, sehigga perlu ada Badan kusus untuk mengelolanya karena di dalamnya juga ada peternakan ayam, program ini membutuhkan daging ayam dan telur selain daging sapi dan susu
*Keempat* adalah masalah mentalitas, anggaran sangat, sekitar 450 Trilyun, sehingga dibutuhkan karakter yang berjiwa pekerja keras, pengabdi, pelayan dan kejujuran, bukan saja bagi kalangan Eksekutif atau Birokrat, tapi juga bagi Partai Politik dan Politisinya termasuk juga bagi para petani, peternak dan nelayan, semua bidang harus sinergi, kolaborasi dan gotong royong untuk meraih cita-cita bangsa dan negara, yaitu mengatasi stunting, kemiskinan, membangun perekonomian kerakyatan, meraih surplus beras dan swasembada pangan termasuk juga Indonesia bisa berpotensi menjadi lumbung pangan dunia
Penulis :
Tonny Saritua Purba
(Kader Partai Golkar, Ketua Bidang Tani dan Nelayan Depinas SOKSI, Sekjen Relawan PB 08, Dewan Penasehat Relawan Getar 08, Aktifis PMB, Pengurus DPP HA IPB, Pengurus DPP PISPI)