28 Oktober 2020
Ketua GP MKGR Tekankan Peran Perempuan dalam Penerapan Protokol CHSE
  Nyoman Suardhika
  15 Oktober 2020
  • Share :
Credit Photo / Istimewa

Kabargolkar.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Komisi X DPR RI menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengenalan dan Promosi Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) di Hotel Santika Premier BSD City, Senin (12/10)/ Bimbingan teknis tersebut dalam rangka mensosialisasikan protokol Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Lingkungan) atau biasa disingkat dengan CHSE.

Hadir dalam pertemuan tersebut Hetifah Sjaifudian selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Masruroh selaku Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf RI, Tony Sardjono selalu praktisi hospitality, serta Dadang Sofyan selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan.

Hetifah yang juga merupakan Ketua GP MKGR ini dalam paparannya menyatakan bahwa pandemi ini harus diatasi serius oleh dunia pariwisata.

“Industri pariwisata adalah salah satu industri yang paling terdampak pandemi. Padahal, banyak orang yang menggantungkan hidupnya disana. Oleh karena itu kita semua harus membuat perubahan dan beradaptasi dengan situasi ini,” ujarnya.

Ia yang juga merupakan ketua panja pemulihan pariwisata Komisi X DPR RI ini menekankan, salah satu bentuk penyesuaian yang dilakukan adalah dengan menerapkan protokol CHSE secara ketat.

“Ke depan pariwisata yang berkualitas adalah yang menerapkan CHSE ini. Salah satu rekomendasi kami dari panja pemulihan pariwisata adalah untuk terus melakukan kampanye dan sosialisasi secara masif tentang protokol kesehatan covid-19 dengan baik,” paparnya.

Hetifah yang merupakan aktivis perempuan ini juga berharap perempuan dapat berperan penting dalam pelaksanaan protokol CHSE.

“Banyak dari pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif adalah perempuan. Baik di industri perhotelan, restoran, dan lain-lain. Kami harap mereka dapat diberdayakan sesuai potensinya untuk menerapkan dan mensosialisasikan hal ini,” jelasnya.

Sementara itu, Masruroh menekankan protokol ini juga harus diterapkan di industri pariwisata yang bergerak di bidang MICE.

“Potensi Indonesia di bidang ini sebenarnya sangat besar, namun terdampak cukup parah dengan adanya pandemi. Semoga
dengan penerapan CHSE yang baik, Indonesia dapat menjadi destinasi MICE utama seperti yang kita harapkan.” pungkasnya.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.