Kabargolkar.com - Ketua Harian DEPINAS SOKSI yang juga Anggota Badan Sosialisasi MPR
RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI pada kalangan mahasiswa di Institut Bisnis dan Informatika Kosgro 57 (IBI-K57) yang berlokasi di Kecamatan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2021).
Empat Pilar MPR RI yang disosialisasikan Gus Adhi antara lain Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, UUD Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka tunggal Ika sebagai semboyan negara.
“Penting kita gaungkan Empat Pilar akan menebalkan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda,” kata Anggota Komisi III DPR RI ini.
Untuk diketahui IBI-K57 yang dahulu bernama Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIMA) Kosgoro merupakan perguruan tinggi swasta bidang Bisnis dan Informatika di Jakarta Selatan yang telah berkiprah sejak tahun 1990.
Pada tahun 2012, STIMA Kosgoro berubah nama menjadi IBI-K57. Badan Penyelenggara IBI-K57 adalah Yayasan Universitas Kosgoro 1957 di bawah naungan Kosgoro 1957. Seperti diketahui Kosgoro merupakan salah satu ormas pendiri Partai Golkar bersama SOKSI dan MKGR yang disebut Ormas Tri Karya.
“Saya senang bisa memberikan materi Empat Pilar di kampus Kosgoro 1957 yang merupakan salah satu ormas pendiri Partai Golkar. Saya ajak mahasiswa mendalami Empat Pilar MPR RI,” kata Gus Adhi.
Kepada mahasiswa, Gus Adhi berpesan agar mahasiswa yang merupakan generasi muda penerus pembangunan agar tidak hanya hafal mengucapkan Pancasila tapi bagaimana benar-benar mengaktualisasikan dirinya dalam kehidupan sehari-hari sebagai insan Pancasilais.
“Apalagi di masa pandemi ini kita harus meningkatkan rasa gotong royong, rasa saling sayang menyayangi. Karenanya saya tekankan sesuai Sila Pertama Pancasila bagaimana meningkatkan iman dan takwa kita. Lalu terkait Sila Kedua kita meningkatkan rasa sayang kita kepada sesama,” terang Gus Adhi yang juga Ketua DEPIDAR SOKSI Bali ini.
“Tolong Ketiga, kita perkuat rasa kebersamaan. Tolong Keempat, selalu berhati-hati dalam hidup. Tolong Kelima, kita tingkatkan gotong royong untuk mewujudkan keadilan sosial karena itu adalah jati diri bangsa kita. Jadi di masa pandemi ini, kita harus bahu membahu,” kata Gus Adhi.
Materi yang disampaikan wakil rakyat yang akrab disapa Gus Adhi ini disambut antusias para generasi muda. Banyak tanggapan dan pertanyaan datang dari kalangan mahasiswa.
Misalnya ada yang menanyakan bagaimana upaya dalam mengelola perbedaan yang ada sehingga tidak berbuah konflik.
Menjawab pertanyaan mahasiswa, Gus Adhi menjelaskan perbedaan adalah karunia indah dari Tuhan agar kita lebih dewasa juga dalam menjalani proses kehidupan.
Contohnya di rumah tangga kita ada perbedaan, laki perempuan, dan bagaimana di tengah perbedaan itu kita menciptakan keharmonisan. Dalam konteks NKRI juga kita ada perbedaan suku, agama, budaya yang merupakan berkah Tuhan yang indah untuk bangsa ini.
“Jadi kuncinya bagaimana mengelola perbedaan itu untuk menciptakan keharmonisan,” ujar Gus Adhi.
Berikutnya ada pertanyaan menarik dari mahasiswa yang menanyakan apakah bangsa yang mempunyai ideologi dan falsafah apakah pasti bisa lepas dari perpecahan.
“Saya bilang belum tentu