“Makanya disanalah fungsinya MPR RI menghadirkan sosialisasi Empat Pilar. Kalau falsafah Pancasila sudah tertanam jadi jati diri bangsa maka disanalah kekuatan bangsa akan terwujud,” beber Gus Adhi menjawab pertanyaan mahasiswa.
Gus Adhi menegaskan bangsa dan negara yang kuat adalah yang mampu memegang teguh falsafah negara. Sebaliknya suatu bangsa dan negara bisa hancur berkeping-keping, terpecah belah jika tidak mampu memegang teguh falsafah negara.
Karenanya Indonesia jika ingin tetap eksis terus sebagai bangsa dan negara yang kuat, besar dan menjadi negara maju maka harus tetap berpegang teguh pada Pancasila sebagai falsafah negara Indonesia.
“Irak, Libya, Yaman, Suriah hancur karena tidak kuat pegang falsafah negaranya. Maka Indonesia harus kuat pegang falsafah negaranya yakni Pancasila. Jangan lagi Pancasila seperti diberikan ke pasar bebas, bisa diadakan bisa tidak,” kata politisi Partai Golkar asal Kerobokan, Badung, Bali ini.
Di sisi lain para mahasiswa yang menerima sosialisasi Empat Pilar ini juga mengkhawatirkan kekuatan negara asing yang berpotensi mengintervensi Indonesia. Karenanya muncul pertanyaan mahasiswa bagaimana upaya membendung kekuatan asing dalam mengganggu keamanan dalam negeri kita.
Menjawab pertanyaan ini, Gus Adhi mengutip kata bijak Sang Proklamator dan Presiden pertama RI Bung Karno yang menyebutkan “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. “
“Kata-kata Bung Karno itu harus jadi refleksi dalam upaya membendung kekuatan asing karena yang mampu membendung itu ya diri kita sendiri, kembalilah kepada falsafah jati diri bangsa kita Pancasila,” pungkas wakil rakyat yang dikenal dengan spirit perjuangan “Amanah, Merakyat, Peduli” (AMP) dan “Kita Tidak Sedarah Tapi Kita Searah” ini.