Dave Laksono Yakin Indonesia Mampu Menjaga Stabilitas Pembangunan Nasional Dalam Ketidakpastian Global
Oleh Adi · · Kabar Karya Kekaryaan
pertumbuhan ekonomi berpotensi menguat bila reformasi berjalan cepat, namun risiko global dan domestik sama-sama tinggi sehingga membutuhkan manajemen makro yang prudent dan komunikasi kebijakan yang efektif.
"Dalam konteks investasi, pelaku usaha menilai keberhasilan bukan hanya pada desain regulasi, tetapi terutama pada eksekusi dan kepastian implementasi. US–Indonesia Investment Report 2025 menegaskan bahwa policy execution
dan predictability masih menjadi variabel penentu; meskipun niat regulasi kuat, implementasi dinilai belum merata, dan pelaku usaha menekankan pentingnya clarity, coherence, dan consistency (AmCham & U.S. Chamber of Commerce, 2025)," jelasnya.
Pada saat yang sama, konsistensi kebijakan domestik tidak dapat dipisahkan dari sikap Indonesia di level global, termasuk terhadap merosotnya penghormatan pada norma tatanan internasional berbasis aturan. Dinamika isu Venezuela dan Greenland dapat menjadi ilustrasi bagaimana
kompetisi geopolitik juga membawa implikasi hukum internasional, terutama terkait prinsip kedaulatan, non-intervensi, dan penghormatan terhadap norma multilateral.
Maka politik luar negeri bebas dan aktif menjadi prinsip strategis untuk menolak kolonialisme dan imperialisme, memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa, serta membangun persahabatan
internasional berdasarkan nilai Pancasila. Orientasi akhirnya bukan sekadar
kerja sama pragmatis, melainkan kontribusi pada tata dunia baru yang lebih adil dan bebas
dari eksploitasi antarbangsa.
"Dalam ranah multilateralisme, gagasan ini juga tampak melalui dorongan reformasi tata kelola global agar lebih setara, termasuk kritik pada dominasi negara besar dan usulan agar PBB memperkuat prinsip persamaan kedudukan
antarnegara.Dalam konteks ini, tantangan Indonesia bukan hanya terletak pada besarnya ketidakpastian dinamika global, melainkan pada kemampuan kebijakan Indonesia dalam meresponsnya secara
koheren dan konsisten,"tegasnya.
Ia mengatakan di tengah absennya kapasitas PBB untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah, bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) memberikan harapan baru terhadap upaya nyata Indonesia untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Kebijakan
Tag: kosgoro1967, ibi