KabarGolkar - Pengukuhan dan Rapat Kerja Daerah DPD Pengajian Al-Hidayah
Provinsi Jawa Timur dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026 dengan tema “Penguatan Peran Perempuan Al-Hidayah yang Berakhlakul Karimah, Mandiri, dan Berdaya S. Aing Menuju Jawa Timur Sejahtera”.
Pengukuhan dihadiri oleh Dewan Penasehat DPP Pengajian Al-Hidayah, Luluk Maqnuniah Sarmuji dan Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian dan Jajaran, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur Ali Mufthi, Dewan Penasehat DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Jawa Timur dan Jajaran, Para pengurus DPD Pengajian Al-Hidayah dari kabupaten dan kota se Jawa Timur, dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dilantik sebagai Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Jawa Timur Atika Banowati. Dalam sambutannya, Ketua Umum Hetifah Sjaifudian menyampaikan selamat kepada Atika Banowati dan seluruh pengurus DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Jawa Timur yang dikukuhkan.
Pengukuhan adalah awal dari sebuah amanah. Sesudah acara ini, masyarakat akan melihat apa yang kita kerjakan bersama. Karena itu, saya berharap kepengurusan DPD Jawa Timur segera membangun kerja yang solid, merangkul pengurus di kabupaten dan kota, serta membuka ruang bagi lebih banyak perempuan untuk belajar, memimpin, dan mengabdi.
“Pengajian Al-Hidayah tumbuh melalui majelis ilmu, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai itu perlu terus hadir dalam kegiatan kita. Pengajian hendaknya memberi pemahaman agama yang menyejukkan. Persaudaraan hendaknya menguatkan kerja sama di tengah perbedaan. Kepedulian sosial hendaknya terasa manfaatnya oleh keluarga dan masyarakat di sekitar kita”.
Jawa Timur memiliki potensi besar. Ada pesantren, perguruan tinggi, komunitas perempuan, pelaku usaha kecil, dan jejaring masyarakat yang dapat menjadi mitra kegiatan Al-Hidayah. Saya mengajak pengurus untuk mendengarkan kebutuhan di setiap daerah. Di satu tempat, keluarga mungkin membutuhkan pendampingan pendidikan anak. Di tempat lain, perempuan memerlukan penguatan usaha atau literasi digital. Ada pula masyarakat yang membutuhkan kegiatan kesehatan dan bantuan sosial. Program yang baik berangkat dari kebutuhan nyata, lalu dikerjakan secara tekun dan berkelanjutan.
Ada tiga harapan Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah kepada kepengurusan yang baru,
Pertama, kuatkan organisasi hingga ke daerah. Bangun komunikasi yang teratur antara DPD dan pengurus kabupaten serta kota. Berikan ruang kepada kader muda untuk belajar dan mengambil tanggung jawab. Dengan demikian, Pengajian Al-Hidayah akan terus tumbuh dan memiliki penerus yang siap bekerja.
Kedua, hadirkan kegiatan yang bermanfaat. Majelis pengajian dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat pendidikan keluarga, kepedulian terhadap sesama, dan kemampuan perempuan menghadapi perubahan zaman. Kita perlu memastikan setiap kegiatan memiliki tujuan yang jelas dan manfaat yang dapat dirasakan.
Ketiga, jaga akhlak dan kepercayaan masyarakat. Pengurus Al-Hidayah membawaamanah organisasi di mana pun berada. Karena itu, mari bekerja dengan tulus, saling menghormati, serta mengelola kegiatan secara tertib dan bertanggung jawab.
“Rakerda hari ini menjadi kesempatan untuk menerjemahkan harapan tersebut ke dalam program kerja. Saya berharap forum ini menghasilkan beberapa prioritas yang realistis: siapa yang bertanggung jawab, kapan kegiatan dilaksanakan, dan bagaimana hasilnya dievaluasi