Kusumawardhani.
Sikap all out membesarkan Partai Golkar juga dilontarkan Gerana Putra. Politisi asal Puri Gerana, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, ini menegaskan dirinya sudah 15 tahun berada di Golkar. Ketika dirinya pindah dari Demokrat ke Golkar, sudah seperti bukan orang asing lagi di Partai Beringin. “Saya pernah 15 tahun di Golkar. Saya ikut memenangkan pasangan Anak Agung Gede Agung – I Ketut Sudikerta di Pilkada Badung 2005 dan Pilkada Badung 2010. Saya pulang ke rumah besar Partai Golkar dan siap memenangkan pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – I Ketut Sudikerta di Pilgub Bali 2018,” ujar pemilik 16.500 suara di Pileg 2014 silam.
Sementar Dewa Sukrawan mengatakan soal posisi di kepengurusan tidak penting. Yang penting adalah pengabdian dan berjuang untuk rakyat. “Bidang apa saya? Nggak penting. Saya berjuang untuk masyarakat melalui garis yang saya yakini,” kata mantan Calon Bupati Buleleng dari perseorangan, namun disokong Partai Golkar di Pilkada Buleleng 2017.
Sementara Ketua DPD Demokrat Bali I Made Mudarta dikonfirmasi digaetnya Gerana Putra mengatakan tidak masalah. Karena Demokrat partai yang menganut kesantunan dalam berpolitik. “Demokrat partai yang santun. Kalau Gung Gerana pindah ke Golkar maka itu adalah hak yang bersangkutan secara politik. Hak politik nggak bisa dicegah dan dipaksakan,” ucap Mudarta.
Mudarta mengatakan pindahnya Gung Gerana ke Partai Golkar tidak akan berdampak pada kekuatan Partai Demokrat di event politik lainnya. “Kami juga bisa ambil dua tokoh birokrasi, di Pemprov Bali (mantan Sekda Provinsi Bali Tjok Ngurah Pemayun dan Pemkab Gianyar (mantan Sekda Kabupaten Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra), masuk Demokrat. Ya namanya politik, dinamis itu. Nggak ada kami gentar atau takut akan kehilangan suara,” tegas Mudarta.Sebagaimana diberitakan, Tjok Ngurah Pemayun kini menjabat Ketua Balitbang DPD Demokrat Bali. Sedangkan Ida Bagus Gaga Adi Saputra menjabat Wakil Bappilu DPD Demokrat Bali.
Sedangkan DPD PDIP Bali tidak merasa digembosi oleh Partai Golkar. Sebab Dewa Sukrawan bukan lagi kader PDIP. Sedangkan Arga Pynatih juga bukan orang PDIP lagi. Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPD PDIP Bali I Wayan Sutena. Sutena saat dikonfirmasi NusaBali sedang berada di Lampung, Sabtu kemarin, mengatakan Dewa Sukrawan sudah dipecat partai. Sedangkan Arga Pynatih tidak pernah aktif di partai. “Dewa Sukrawan sudah bukan orang PDIP. Arga Pynatih juga bukan orang PDIP. Jadi nggak ada kader PDIP yang diambil Golkar,” tandas Sutena.
Menurut politisi asal Desa Tegak, Kecamatan/Kabupaten Klungkung, ini PDIP saat ini solid tidak terpengaruh dengan manuver partai lain yang menyerobot kader-kader untuk kepentingan Pileg 2019. “Kami solid, tidak ada pengaruhnya,” tegas mantan anggota Komisi I DPRD Bali periode 2004-2009 ini. source
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.