Kabargolkar.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto mencatat setidaknya ada 1,2 juta orang yang kehilangan pekerjaannya karena PHK akibat Covid-19.
"Sementara itu, ada 1,2 juta yang belum terverifikasi. artinya ada 3 juta yang tidak bisa melanjutkan pekerjaannya," ujarnya saat webinar "PRrogram Digitalisasi & Perluasan Peluang Ekonomi Jutaan UMKM Indonesia" di Jakarta, Selasa, 30/6/2020.
Menurutnya, dibutuhkan keberanian untuk melakukan transformasi, misalnya dengan menjadi pekerja digital. Melalui gig workers atau pekerja lepas misalnya, yang saat ini banyak bermunculan.
"Pemerintah mendorong di tengah pandemi, transformasi digital diperlukan. Tidak saja meningkatkan efisiensi, tapi mendorong inklusivitas," tegasnya.
Berbagai negara, lanjutnya telah mendorong digitalisasi ekonomi ini. Pandemi yang saat ini terjadi menurutnya memungkinkan transformasi digital, migrasi ke ranah online.
"Potensinya US$ 130 miliar untuk pelatihan, ini di Indonesia. Sedangkan pasar ASEAN, US$ 153 miliar," tegasnya.
Pemerintah juga mendorong agar e-commerce dapat menjadi instrumen pemerataan ekonomi. Walaupun sebagian besar masyarakat dapat mengadopsi digital dengan mudah, kata Airlangga, masih ada kelompok lain yang belum dapat mengakses atau memanfaatkan layanan digital.
"Pemerintah akan mendorong cost dari digitalisasi ini bisa semakin murah. Harga dari smartphone juga diharapkan akan lebih terjangkau, dengan demikian lebih banyak lagi orang yang bisa menggunakan smartphone," tutur Airlangga.