Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Komisi X DPR Sosialisasikan K13 Guna Menyeleksi Budaya Asing yang Berkembang di Indonesia
  Kabar Golkar   31 Mei 2018
Kabar Golkar - Anggota Komisi X DPR RI, Marlinda Irwanti mengatakan bahwa pentingnya perubahan kurikulum sebelumnya menjadi kurikulum 2013, guna menyeleksi budaya asing yang berkembang saat ini. Hal itu disampaikannya saat Kunjungan Spesifik Bidang Pendidikan Komisi X (kurikulum berbasis budaya) di Yogyakarta yang juga dinobatkan sebagai kota budaya se-Asean Rabu (30/5/2018). "Perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013 tentang muatan materi keberpihakan pada kurikulum berbasis budaya dan dalam kondisi keberagaman budaya maka kurikulum ini sangat penting untuk menjadi kekuatan menyeleksi budaya asing yang berkembang saat ini," ujarnya. Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa ilmu pengetahuan, pendidikan, teknologi, humaniora, kesenian, olahraga dan kegiatan sosial juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter bangsa. Politisi dari fraksi Golkar itu pun juga menuturkan bahwa, jika kurikulum 2013 dalam pembelajarannya lebih menekankan tercapainya pemahaman yang terpadu (integrated understansing) daripada sekedar pemahaman mendalam (integrated understanding). Dalam hal ini, pemahaman terpadu ini membuat siswa mampu bertindak secara mandiri berdasarkan prinsip ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dalam konteks komunitas budaya dan mendorong siswa untuk kreatif terus mencari dan menemukan gagasan berdasarkan konsep dan prinsip ilmiah. Politisi dari dapil Jateng ini menerangkan, jika standar penilaian khusus tentang berbasis budaya belum ada, penilan secara nasional supaya dapat dievaluasi apakah pendidikan berbasis budaya dapat terus diperbaiki. Pada faktanya, kebijakan Pemerintah Yogyakarta telah menerbitkan Perda Nomor 5 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Budaya. Di Yogyakarta saat ini terdapat 546 sekolah yang terdiri dari SD, SMP dan SMA yang menerapkan pendidikan berbasis budaya , kebijakannya penerima BOSDA wajib mengalokasikan untuk menyelenggarakan pendidikan berbasis budaya. Marlinda menyatakan, Komisi X DPR RI mempelajari bagaimana penerapan strategi pembelajaran yang digunakan untuk mengimplementasikan kurikulum pendidikan budaya berbasis budaya di Yogyakarta, baik sekolah yang menggunakan KTSP maupun Kurikulum 2013, dengan cara penerapan kurikulum muatan lokal wajib bahasa Jawa dan pengembangan ekstrakurikuler berbasis budaya. Kurikulum 2013 lebih cocok untuk mendukung Kurikulum berbasis budaya, namun perlu penguatan kapasitas SDM khususnya guru dan kepala sekolah untuk terus meningkatkan pemahaman masalah budaya tidak hanya sekedar sisipan ketika menyampaikan masalah budaya dan bagaimana mengajarkan kepada para siswa dan sarana prasarana pendidikan berbasis budaya. "Kurikulum 2013, dari sisi standar isi, standar proses, standar penilaian dan standar kompetensi lulusan, K13 memiliki muatan yang lebih banyak menekankan kurikulum berbasis budaya. K13 sangat mengakomodasi pendidikan karakter dan pengembangan keterampilan," pungkasnya.   Sumber : kabar3.com
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.