Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Menpora Zainudin Amali Terus Tumbuhkan Semangat Wirausaha bagi Mahasiswa
  Nyoman Suardhika   01 September 2020
Credit Photo / Istimewa

Kabargolkar.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI)  Zainudin Amali
menyampaikan pemerintah melalui Kemenpora terus melakukan upaya-upaya untuk menghadapi bonus demografi. Salah satunya dengan menumbuhkan semangat berwirausaha bagi mahasiswa yang masih di bangku perkuliahan agar menjadi job creator di masa depan. 

"Kemenpora melakukan berbagai upaya berbagai hal untuk mengatasi persoalan yang sedang dihadapi bangsa menjelang adanya bonus demografi dimana usia produktif akan timbul lebih banyak jika tidak terkelola dengan baik bukan menjadi manfaat tetapi akan menjadi beban dan musibah untuk bangsa," kata Menpora RI saat membuka Kuliah Kewirausahaan Pemuda secara daring bersama Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Selasa (1/9) pagi di Jakarta. 

Menurutnya, Kemenpora bertekad menumbuhkan mindset para mahasiswa mendorong tumbuhnya jiwa entreprenuer menjadi prioritas dibandingkan jiwa untuk menjadi karyawan. "Dengan berwirausaha maka akan menciptakan lapangan pekerjaan (job creator) bukan mencari pekerjaan ini adalah salah satu yang dituju dari kuliah secara daring ini, dengan demikian presentase masyarakat yang bergerak di bidang kewirausahaan akan meningkat," tegasnya pada kuliah daring bertemakan Membangun Mindset Wirausaha Muda dalam Meningkatkan Produktivitas Menuju Indonesia New Normal. 

Di tengah pandemi ini lanjutnya, ada jutaan orang mengalami PHK dan pastinya akan menambah beban serta menciptakan orang-orang yang kehilangan pekerjaan. Jika kita tidak persiapkan mahasiswa yang masih di bangku perkuliahan maka dikhawatirkan setelah lulus dari perguruan tinggi mereka akan menjadi beban karena mencari pekerjaan yang belum tentu tersedia.  

Ia menggambarkan persaingan luar biasa yang ingin mendapatkan pekerjaan bukan hanya dari UPN Veteran saja tetapi dari berbagai lulusan perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri. "Lapangan pekerjaan sangat terbatas sementara peminat untuk menjadi karyawan di berbagai tempat kerja melebihi dari apa yang ada keseimbangan antara suplay dan demand itu tidak terjadi di dunia kerja kita," ujarnya. 

"Karena itulah Kemenpora melakukan berbagai upaya berbagai hal untuk mengatasi persoalan yang sedang dihadapi. Terlebih kita akan menghadapi bonus demografi dimana usia produktif akan timbul dan paling banyak dari perguruan tinggi jika tidak terkelola dengan baik bukan menjadi manfaat tetapi akan menjadi beban dan musibah untuk bangsa," tegasnya. 

Pemerintah menyambut baik perguruan tinggi yang mau bekerjasama dengan Kemenpora dalam rangka menumbuhkan semangat di kalangan mahasiswanya. "Kewirausahaan atau entrepreneurship bukan hanya melulu harus digeluti oleh mereka yang kuliah di jurusan ekonomi saja tetapi semua jurusan harus memiliki bekal kewirausahaan," jelasnya. 

Presentasi penduduk di Indonesia lanjutnya, dengan para wirausahawan masih jauh tertinggal dengan negara lain. Dengan negara tetangga Malaysia misalya Indonesia masih tertinggal didalam pertumbuhan entrepreneurnya. "Di Malaysia saja disana sudah 5% pertumbuhan penduduk yang berwirausaha, kita masih berkisar diangka 3% jadi peluang untuk kearah sana masih sangat terbuka tetapi harus didorong, kita pacu, kita rangsang keinginan semangat berwirausaha dari para mahasiswa," tuturnya.  

Tahun lalu UPN Veteran menghasilkan 5 orang entreprenur hasil kerjasama UPN Veteran Jakarta bersama Kemenpora. Menpora RI berharap tahun ini akan lebih banyak jumlahnya

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.