Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Hilangnya Lahan Kami
  Bambang Soetiono   24 September 2020
Ilustrasi (net)

kabargolkar.com - Peringatan hari Tani yang jatuh pada tanggal 24 September ini menyisakan banyak persoalan pembangunan pertanian di Indonesia.

Sektor pertanian adalah sektor vital bagi kelangsungan ketahanan pangan Indonesia. Ditengah wabah Covid19 terbukti sektor pertanian Indoneia tetap bertahan dan terbukti tumbuh dimana sektor ekonomi lainnya terpuruk.

Meski terus dikembangkan dan diperjuangkan di setiap pemerintahan hingga kini data dan angka pada sektor pertanian tidak menujukkan gejala yang menggembirakan. Berbagai fakta dan data menunjukkan bahwa petani dan buruh tani masih mengalami tekanan baik di hulu maupun di hilir. Para petani telah bekerja sangat keras untuk meningkatkan produksi dan penghasilan namun seringkali terhambat oleh tekanan pasar, perubahan cuaca dan serangan hama sehingga lambat laun namun pasti sektor pertanian makin hari makin ditinggalkan karena ketidakpastian.

Melihat data dari BPS, Kementerian Pertanian dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Wilayah, lahan pertanian makin menyusut dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020 luas baku sawah nasional mencapai 7,465 juta hektar dibandingkan dengan luas pada tahun 2013 sebesar 7,75 juta hektar. Terdapat penyusutan lahan sebesar 285.000 hektar dalam rentang waktu 2013-2019 atau rata-rata lahan sawah beralih fungsinya sebesar 47.500 hektare per tahun.

Penurunan dan penyusutan juga terjadi pada jumlah rumah tangga pertanian. Jumlah rumah tangga pertanian menurut survei Pertanian Antar Sensus 2018 mencapai 27,2 juta rumah tangga. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan data hasil survei Sensus Pertanian tahun 2003 yang sebesar 31,2 juta rumah tangga. Meski situasi ini tidak semata menggambarkan penurunan sektor pertanian secara sektoral.

Di pulau Jawa, data Sensus Pertanian 2003 dan 2013 menunjukkan, 508.000 hektar lahan pertanian di Pulau Jawa beralih kepemilikan dari rumah tangga petani ke rumah tangga nonpetani. Alih kepemilikan terbesar, yaitu 204.318 hektar atau sebesar 40% terjadi di lahan seluas dari 0,1 hektar yang selama ini menjadi lahan pencarian para petani gurem. Ketimpangan penguasaan lahan juga menjadi masalah, sebanyak 56% rumah tangga tani menguasai 13,3% lahan atau luas kepemilikan rata-rata kurang dari 0,5 hektar.

Apabila hal ini terus terjadi pada saatnya nanti dimasa depan, lahan pertanian akan hilang dan petani juga beralih profesi. 

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.