Kabargolkar.com - Kreativitas merupakan kunci menghadapi segala kondisi, terutama pandemi Covid-19 seperti yang terjadi saat ini. Untuk itulah, kreativitas yang merupakan modal yang dimiliki kaum milenial, hendaknya dimunculkan dan dikembangkan untuk turut berkontribusi bagi bangsa.
Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, saat berbicara dalam webinar “Talk to Millennial” yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Medan, pekan lalu.
Menurut Jerry, generasi milenial dicirikan oleh kemandirian atau independensi. Ini berbeda dengan Generasi X yang lebih bergantung pada struktur. “Karena itu, kreativitas seharusnya adalah fitur tak terpisahkan dari kaum milenial,” ujarnya.
Jerry berpendapat, milenial harus melihat kreativitasnya sebagai potensi untuk menyelesaikan berbagai masalah. Jika disalurkan dengan baik, maka kreativitas itu bisa memberikan kontribusi yang besar baik bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara.
“Milenial itu native dalam hal penggunaan teknologi. Karena itu mereka punya struktur berpikir yang unik dan kreatif. Ini harus dimunculkan dan dikembangkan. Saya yakin dengan begitu akan dihasilkan solusi atas apapun masalah dan kondisi yang ada. Milenial yang kreatif akan menjadi solusi bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.
Teknologi Digital
Jerry menyebut, teknologi digital yang dikuasai milenial menjadi peranti yang sangat penting di masa pandemi. Jadi, menurutnya, saat wabah Covid-19 seperti ini justru merupakan peluang yang sangat besar untuk memunculkan ide-ide baru.
“Saya bertemu dengan anak-anak muda kreatif yang membuat game online, aplikasi atau jaringan-jaringan baru. Dan di masa seperti sekarang mereka bisa berkembang dengan lebih baik daripada saat-saat sebelum wabah. Omzet mereka meningkat bahkan siap untuk go international,” tutur mantan anggota Komisi I DPR tersebut.
Wamendag, yang juga masih termasuk kelompok milenial itu menyebut, banyak masalah yang terjadi di masyarakat. Ini menjadi tantangan yang potensial untuk diselesaikan para milenial.
“Kalau ada masalah jangan berhenti pada masalah itu saja, tetapi punyailah visi yang menggambarkan keadaan yang lebih baik. Dari visi itulah kita bekerja keras dengan kreativitas untuk menemukan solusi. Itulah wujud optimisme. Jadi, yakinlah akan adanya solusi lalu bekerja keras mencapainya,” tegasnya.
Jerry mengatakan, tantangan di saat pandemi bukan hanya dihadapi oleh milenial. Negara pun menghadapi tantangan serupa. Oleh karena itu, pemerintah juga dituntut untuk kreatif. Salah satu bentuk kreativitas itu diwujudkan oleh Kementerian Perdagangan dengan meluncurkan digitalisasi pasar.
Dia menyebut digitalisasi pasar adalah solusi agar transaksi bisa berjalan sesuai dengan kaidah protokol kesehatan, memperluas jangkauan perdagangan masyarakat, dan menciptakan peluang-peluang baru. Digitalisasi pasar juga merupakan pintu untuk memperkenalkan masyarakat terhadap transformasi teknologi yang kian masif.
“Jadi digitalisasi pasar bukan hanya menyelesaikan masalah dalam perdagangan itu sendiri, tetapi juga punya dampak luas dalam perspektif sosial,” jelasnya.
Beritasatu