kabargolkar.com, JAMBI - Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar mewanti-wanti semua kader untuk taat atas perintah partai. Bagi yang membelot di Pilgub Jambi, Doli Kurnia menyebut akan ada sanksi dari DPP Golkar.
Demikian ditegaskan Doli disela-sela rakornis pemenangan Pemilu Partai Golkar Provinsi Jambi di aula lantai dua Ratu Residence Hotel, Senin (19/10/2020) ini.
"Menang Pilgub merupakan salah satu amanat Munas," tegas Doli.
Menurutnya, infrastruktur Partai Golkar terkenal solid. Harus dibuktikan dengan memenangkan CE-Ratu di Pilgub Jambi. Pilgub merupakan agenda politik strategis bagi Golkar. Ini ajang konsolidasi partai.
"Menang atau kalah merupakan tanggung jawab besar. Ini menyangkut Marwah partai, karena yang disokong kaki ini adalah ketua DPD Golkar Jambi," ujarnya.
Tidak ada pilihan lain bagi kader untuk tidak mendukung perintah partai. Dikatakan Doli, ukuran sukses parpol itu menang di pemilu. Berarti jaringannya aktif. Mesin politik hidup. Kalau kalah, berarti tidak sukses.
Defenisi menang Pemilu bagi Golkar, salah satunya adalah menang pemilu nasional di 2024. Menang pileg dan pilpres. Untuk menang pemilu nasional, harus terlebih dulu menang Pilkada.
Pilkada serentak menjadi barometer kemenangan Nasional. Apalagi bagi Peovinsi Jambi, yang mengusung kader murni.
"Pasangan calon yang kita tetapkan bukan asal. Dia adalah ketua partai. Ayo menangkan," ajaknya.
Caranya, komitmen kader harus tegak lurus. Menang kandidat adalah kemenangan Golkar. "Kalau cinta dengan Golkar, tidak ada kata lain semua hsrus solid memenangkan CE-Ratu," tegasnya.
Tak boleh ada kader yang membelot. "Kehadiran kita semua penting untuk memenangkan CE Ratu," tegasnya. "Kami punya mekanisme bagi kader yang tak taat," imbuhnya.
Kata Doli, ini bukan agenda Cek Endra. Ini agenda Golkar. Tunjukkan komitmen sebagai kader Golkar. "Kalau kalah. Terpaksa kita parkirkan. Ini bukti ketidak patuhan," pungkas Doli.