Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Khofifah Dorong Kampus Pertanian Ciptakan Varietas Kedelai
  Kabar Golkar   06 Juni 2018
Kabar Golkar - Perajin tempe masih mengandalkan kedelai impor sebagai bahan baku. Alasannya beragam. Mulai dari stok kedelai lokal yang terbatas hingga kualitas tempe yang dihasilkan. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Terlebih lagi, tempe merupakan makanan khas Nusantara yang banyak dikembangkan di Jatim. "Jadi mereka menggunakan kedelai impor. Karena kalau menggunakan kedelai lokal, tempe tidak mekar. Sedangkan kalau menggunakan kedelai impor itu harganya terus mahal," ucap Khofifah usai mengunjungi perajin tempe di Desa Pare Rejo Purwodadi, Pasuruan, Selasa (5/6) malam. Sebagai solusinya, Khofifah mengajak perguruan tinggi yang memiliki fakultas pertanian untuk melakukan pendampingan untuk menciptakan varietas kedelai. Tentunya dengan kualitas sekelas impor namun dapat dikembangkan petani lokal. "Ini sangat potensial. Di kampung ini ada 200 KK yang masuk dalam paguyuban perajin tempe. Satu rumah saja bisa memproduksi tempe dengan menggunakan 2-5 kuintal kedelai dalam satu hari. Tapi yang digunakan adalah impor," tuturnya. Khofifah menegaskan, ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab mengapa Indonesia tidak bisa menenam kedelai seperti yang diharapkan perajin tempe. Seperti kontur tanahnya tidak sesuai, atau metode pertaniannya yang berbeda dengan kondisi tanah di Indonesia. "Teknologi kami sangat mungkin untuk memajukan pertanian Jatim. Khususnya untuk kedelai. Sehingga petani kedelai kita juga berjaya," ucap Khofifah. Sementara itu, Ketua Paguyuban Kampung Tempe Muhammad Irvan mengatakan bahwa ada sejumlah kendala kenapa kedelai lokal tidak digunakan sebagai bahan produksi tempe. Sebab kedelai lokal kurang bisa menghasilkan tempe yang mekar. "Memang dari segi rasa, enak kedelai lokal. Tapi dia tidak bisa mekar dan mesin penggilingnya sudah diset untuk ukuran kedelai impor," ungkapnya. Kendala kedua adalah masalah air. Saat kemarau, air di kampung tempe tersebut terbilang susah. Sehingga dia berharap distribusi air di kampung tempe bisa lebih baik ke depannya. Dengan komitmen yang ingin menyejahterakan para perajin tempe, Irvan berharap Khofifah bisa dilantik jadi gubernur berikutnya. "Harapan kami, Ibu Khofifah bisa menang dan bisa memperbaiki nasib para perajin tempe di kampung ini. Serta bisa menjadi desa wisata," harap Irvan.   Sumber : jawapos.com
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.