18 April 2021
Wamendag Jerry Sambuaga: Perjanjian Perdagangan Beri Insentif Produk Ekspor Indonesia
  Nyoman Suardhika
  25 Februari 2021
  • Share :
Credit Photo / Istimewa

Kabargolkar.com - Wakil Menteri Perdagangan ( Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, perjanjian perdagangan bebas bermanfaat untuk mendorong diversifikasi ekspor Indonesia, baik dalam perspektif jenis produk maupun negara tujuan.

“Alasannya, perjanjian perdagangan memberikan insentif baik dari sisi tarif maupun nontarif terhadap banyak sekali produk ekspor Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/2/2021).

Ia mencontohkan, seperti perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang memberikan tarif nol persen terhadap sekitar 6.900 jenis produk Indonesia. Hal serupa juga terjadi pada perjanjian dagang lainnya.

"Jadi, ini merupakan kesempatan bagi produk-produk alternatif untuk bisa berkembang,” kata dia.

Selain itu, perjanjian dagang turut membuka pasar-pasar baru yang berkembang dan potensial bagi Indonesia.

Setidaknya, ada dua wilayah utama yang ingin dikembangkan yaitu pasar Afrika dan Amerika Selatan, di samping tetap menyasar Eropa Timur, Eropa Tenggara, Asia Selatan, dan Timur Tengah.

Jerry mengatakan, perjanjian yang baru selesai yaitu Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (PTA) diharapkan bisa menjadi pembuka jalan bagi beragam pasar baru di Afrika bagian tengah dan selatan.

Sedangkan untuk wilayah Amerika Selatan terdapat Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) yang dinilai terbukti meningkatkan utilitas pemanfaatan surat keterangan asal (SKA) secara signifikan.

"Dengan demikian, diharapkan Indonesia bisa lebih menembus pasar negara-negara sekitarnya,” imbuhnya.

Selain itu, perjanjian dagang turut membuka pasar-pasar baru yang berkembang dan potensial bagi Indonesia.

Setidaknya, ada dua wilayah utama yang ingin dikembangkan yaitu pasar Afrika dan Amerika Selatan, di samping tetap menyasar Eropa Timur, Eropa Tenggara, Asia Selatan, dan Timur Tengah.

Jerry mengatakan, perjanjian yang baru selesai yaitu Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (PTA) diharapkan bisa menjadi pembuka jalan bagi beragam pasar baru di Afrika bagian tengah dan selatan.

Sedangkan untuk wilayah Amerika Selatan terdapat Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) yang dinilai terbukti meningkatkan utilitas pemanfaatan surat keterangan asal (SKA) secara signifikan.

"Dengan demikian, diharapkan Indonesia bisa lebih menembus pasar negara-negara sekitarnya,” imbuhnya.

"Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi meningkat seiring dengan penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kemendag pun berniat menyelesaikan target perjanjian perdagangan secepat mungkin, seperti merampungkan 12 perjanjian perdagangan baru di 2021.

Termasuk Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang saat ini memasuki perundingan putaran ke-10. Oleh sebab itu, lanjut Jerry, untuk mencapai hal tersebut diperlukan kerja sama dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Perjanjian dagang diharapkan bukan hanya memenuhi target dari segi kuantitas, melainkan juga kualitas.

"Perjanjian perdagangan juga harus memenuhi kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat secara umum. Maka kami berharap semua pemangku kepentingan berkontribusi dengan memberikan masukan dan ikut memberikan dukungan atas isu-isu krusial, misalnya dalam isu kelapa sawit,” pungkasnya.


Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.