Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Gerakan Membangun SDM Petani dan Urgensinya Regenerasi Petani di Indonesia
  Kabar Golkar   24 Juni 2018
Oleh : Tonny Saritua
Purba* kabargolkar.com - Generasi muda sekarang ini, sudah enggan bertani, melakukan eksodus meninggalkan daerah pedesaan menuju kota-kota besar, untuk kuliah atau mengadu nasib mencari rejeki pada sektor non pertanian. Para Sarjana Pertanian juga jarang sekali yang kembali ke kampung halamannya untuk mempraktekkan ilmu pengetahuannya secara langsung sebagai petani. Artinya apa ? Fenomena saat ini yang terjadi adalah sektor pertanian di pedesaan sekarang ini hanya digeluti oleh orang-orang tua dan para pensiunan saja. Data BPS, menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun ini jumlah rumah tangga petani di Indonesia berkurang sebanyak 5 juta. Data sensus pertanian juga menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2010-2014, jumlah petani di Indonesia terus menyusut, tercatat sekitar tiga juta tenaga kerja yang rela keluar dari sektor pertanian. Data-data ini memberikan gambaran yang jelas bagaimana sektor pertanian ditinggalkan secara tajam oleh para petani, yang dapat dipastikan adalah para orang muda. Ada hal yang sangat menarik ketika saya melakukan penyuluhan di Bulan Juni tahun 2018 kepada para petani padi di tiga Desa yaitu tepatnya di Kecamatan Pubian dan Gunung Sugih di Kabupaten Lampung Tengah dan di satu Desa di Kabupaten Simalungun. Saya melakukan Gerakan Membangun SDM Petani Indonesia berupa penyuluhan beberapa hal kepada petani seperti mengenai kesuburan tanah, cara membuat Pupuk Hayati Majemuk dan cara membuat Pupuk Kcl organik. Salah satu petani binaan kami di salah satu desa di Kecamatan Pubian, saya sempat berdiskusi kepada salah satu petani yang masih muda berumur 25 tahun, setelah dia lulus kuliah dan mendapatkan gelar Sarjana Pertanian dari salah satu Perguruan Tinggi di Jogyakarta, pada saat itu dimana teman-temannya yang tinggal di perantauan sedang mencari kerja dan melamar pekerjaan tapi dia malah pulang ke kampung halamannya di Lampung Tengah. Saat saya mewawancarai petani muda tersebut, dia bercerita kepada saya bahwa sebelum dia pulang ke kampung halaman, dia sempat berdiskusi dengan teman-temannya yang juga sudah selesai kuliah dan sudah mendapatkan gelar Sarjana Pertanian. Dominan teman-temannya mengatakan percuma kita pulang kampung jika sudah Sarjana, sudah lama merantau, kuliah sampai 5 tahun tetapi harus pulang kampung padahal untuk mendapatkan pekerjaan di kota sangat besar sekali peluangnya. Tapi apa yang dilakukan oleh petani muda tersebut ? Dia tetap pulang kampung dan mulai mengaplikasikan ilmu bertaninya yang sudah di dapatkan saat kuliah dulu. Dia mulai menanam sayur kangkung dan genjer, mengapa menanam komoditi tersebut ? Karena jika menanam sayur kangkung karena permintaan masyarakat sangat tinggi, umur tanaman relatif singkat hanya berumur 25 hari sudah bisa dipanen, jika dilakukan rotasi tanaman dengan interval waktu per 2-3 hari maka setelah 3 minggu bisa panen setiap hari dan menurut petani muda tersebut bisa dijadikan sebagai penghasilan harian
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.