27 Mei 2020
Ketua DPR: Pilih Pemimpin Punya Rencana Realistis dan Bersih Dari Masalah Hukum
  Administrator
  25 Juni 2018
  • Share :
KabarGolkar.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo berharap, Pilkada Serentak 2018 di 171 daerah pemilihan, bisa menghasilkan pemimpin yang memiliki kompetensi. Menghasilkan pula pemimpin yang bersih dan jujur. "(Pilkada Serentak 2018) diharapkan bisa menghadirkan para abdi masyarakat yang punya kompetensi sebagai pemimpin daerah, paham manajemen birokrasi, visioner, bersih serta jujur, dan mau menanggalkan kepentingan pribadi serta kelompok demi semata-mata memprioritaskan kepentingan warga," ujar pria yang akrab disapa Bamsoet ini melalui keterangan tertulis, Minggu (24/6). Ia lalu mengingatkan kepada para pemilih hendaknya dapat menggunakan hak pilih dengan bijaksana, berpijak pada independensi, pikiran jernih serta penilaian obyektif terhadap setiap pasangan kandidat calon kepala daerah. "Utamakan rasionalitas dalam menggunakan hak pilih, karena yang dibutuhkan warga pemilih adalah pemimpin daerah yang mau melayani bukan dilayani, pemimpin yang mau mengayomi semua elemen masyarakat setempat, dan paling tahu apa saja yang dibutuhkan daerah dan warganya," paparnya. Politikus Partai Golkar ini mengingatkan agar para pemilih memilih kandidat pasangan calon yang mau bekerja keras dan ulet mencari jalan keluar atas setiap permasalahan daerah. "Pilih pemimpin yang tampil dengan rencana-rencana yang realistis dan tidak menggerogoti anggaran belanja dan pembangunan daerah (APBD)," tuturnya. Mengingat saat ini sudah memasuki masa tenang Pilkada Serentak 2018, Bamsoet mengatakan, para pemilih diharapkan memanfaatkannya untuk menetapkan pilihannya dengan pertimbangan matang. "Berpikir jernih dan obyektif dalam menilai sosok calon pemimpin daerah menjadi sangat penting guna menghindari kesalahan memilih," terang dia. Bamsoet berpesan kepada para pemilih agar melihat data penghuni ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Saat ini, ruang tahanan KPK itu dihuni puluhan oknum kepala daerah yang diduga terlibat kasus korupsi atau menerima suap," ucapnya. Fakta ini, lanjut Bamsoet, hendaknya juga menjadi perhatian bagi warga pemilih di 171 dapil yang menyelenggarakan Pilkada. "Pilihlah kandidat yang diyakini bersih dari masalah hukum.Kalau belasan atau puluhan daerah pernah ceroboh memilih kepala daerah, 171 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak pada Rabu nanti diharapkan bisa belajar dari kecerobohan itu, dan tentu saja berkomitmen tidak melakukan kesalahan yang sama," jelas Bamsoet. Persiapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 sudah memasuki masa tenang setelah berbulan-bulan diisi dengan kegiatan kampanye atau sosialisasi kandidat. Periode masa tenang berlangsung tiga hari, mulai hari ini hingga Selasa 26 Juni 2018. Pemungutan suara akan dilakukan pada Rabu 27 Juni 2018 serentak di 171 Dapil, meliputi 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. [Sumber]
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.