Kabargolkar.com - Anggota Komisi VI DPR F-Golkar Nusron Wahid menyarankan agar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin dan Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas saling bermaafan. Hal itu disampaikan Nusron ditengah polemik kritik Ngabalin kepada Busyro yang menyebut berotak sungsang terkait pernyataan Busyro yang menilai KPK tamat di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Pak Ali Ngabalin dan Pak Busyro; mumpung masih suasana Syawwal, yuk kita salam2an dan cool dulu. Biar temen2 yg ga bisa mudik anteng ber-"silaturrahmi" meski hanya via daring," kata Nusron dalam akun Twitter resminya @NusronWahid1, yang dikutip detikcom, Minggu (16/5/2021).
Lebih lanjut, Nusron mengungkap perbedaan pendapat tentang suatu hal adalah biasa. Namun dalam suasana Lebaran, ia menyarankan hendaknya saling bermaafan dan bersilaturahmi.
"Sebagai sesama muslim beda pendapat, pilihan dan standing itu biasa. Tp kalau syawwal kita harus punya sikap sama; meminta maaf dan ampunan. Serta bersilaturrahmi," ujarnya.
"Yg muda menghormati yg lebih tua, yg tua mengkasihi yg muda. Yg sama2 saling menghargai satu sama lain. Insya'allah kita semua dapat barokah Ramadhan dan Syawwal," imbuhnya.
Sebelumnya, perkara sebutan 'otak sungsang' yang dilontarkan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin kepada Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas berbuntut panjang. Ngabalin yang panen kritik karena ucapannya membela diri. (Detik)