"Kepengurusan Tarung Derajat telah hadir di 24 provinsi. Menyisakan 10 provinsi lagi yang akan menyusul, sehingga Tarung Derajat akan hadir dari Sabang sampai Merauke. Di internasional, Tarung Derajat tercatat sudah berada di Malaysia, Myanmar, Thailand, Laos, Filipina, dan Vietnam. Tugas besar menanti agar Tarung Derajat turut dipertandingkan pada Sea Games XXXII tahun 2023 di Kamboja. Setelah sebelumnya pada Sea Games 2017 di Malaysia, Sea Games 2019 di Philipina, dan Sea Games 2021 di Vietnam, Tarung Derajat belum berhasil masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan," tandas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, sebagai seni bela diri asli Indonesia sekaligus warisan budaya dan kearifan lokal yang lahir dari kreasi anak bangsa, Tarung Derajat memiliki prinsip 'Aku Ramah Bukan Berarti Takut. Aku Tunduk Bukan Berarti Takluk'. Menunjukan bahwa Tarung Derajat tidak sekadar olahraga dan seni bela diri. Melainkan juga kental dengan berbagai nilai filosofi kehidupan. Termasuk sebagai sarana penguat ikatan kebangsaan, karena senjata yang dipakai dalam Tarung Derajat berasal dari senjata khas dari berbagai daerah.
"Kita tidak boleh menutup mata bahwa Tarung Derajat akan selalu dihadapkan pada tantangan dinamika dan arus peradaban zaman. Karenanya negara dan masyarakat harus selalu terlibat dalam melestarikan Tarung Derajat. Sebagaimana Thailand dengan Muay Thai, Korea dengan Taekwondo, Jepang dengan Aikido, Filipina dengan Kombatan, maupun Brazil dengan Jiu Jitsu. Tanpa dukungan negara dan masyarakat, Tarung Derajat akan punah, kalah pamor dengan seni bela diri impor. Padahal secara kualitas, Tarung Derajat sangat dasyat," pungkas Bamsoet.