Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Tebak Cawapres Jokowi, Bukan Sekadar Tokoh, Melainkan Politisi Teknokrat
  Kabar Golkar   10 Juli 2018
ekonomi dan pembangunan, tentu sosok ini akan tergagap. Sama tergagapnya dengan para teknokrat yang tidak mampu menembus barikade politis lawan-lawan politik Jokowi. Tokoh dengan pemahaman teknis mumpuni dan kelihaian berpolitik Ada yang mengatakan, menteri-menteri seharusnya dapat memahami keinginan Jokowi. Tapi tunggu dulu, Para menteri pun harus dipandu secara mendalam agar mereka dapat memahami dan menjiwai betul apa yang diinginkan Jokowi. Saat ini, fungsi tersebut dijalankan oleh Jusuf Kalla. sosok senior yang paham menerjemahkan keinginan Jokowi dalam melaksanakan program pembangunannya. Pemahaman yang dibangun dari pengalaman sebagai pebisnis yang telah malang melintang mengarungi dunia bisnis dan dunia politik di Indonesia. Memahami kemampuan yang dimiliki oleh JK ini, sempat ada wacana untuk kembali menduetkannya bersama Jokowi untuk kedua kali. Namun, keinginan tersebut terbentur oleh Undang-Undang. Pada Kamis (28/6/2018) beberapa waktu lalu, Mahkamah Konsititusi (MK) dalam putusannya telah  menutup pintu review terhadap UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilu. Jadi, sosok yang dibutuhkan Jokowi ini tidak hanya sekedar tokoh yang dikenal masyarakat, namun juga dapat memberikan dua hal bagi Jokowi; Pertama, pemahaman teknis terkait program-program pembangunan Jokowi. Kedua, memberikan stabilitas politik, dengan kemampuannya melakukan langkah-langkah politik menghadapi oposisi, dan juga mampu membawa gerbong koalisi dalam gerak harmoni menyukseskan program-pogram pemerintah. Tidak banyak sosok yang masuk dalam kategori ini. Perpaduan seorang teknokrat dan politisi. Perpaduan kelihaian berpolitik sebagai politisi serta pemahaman teknis mumpuni sebagai seorang teknokrat dapat terlihat dalam sosok Airlangga Hartarto. Sebagai seorang politisi, Airlangga adalah Ketua Umum DPP Partai Golkar. Partai terbesar kedua dalam Pemilu 2014. Dukungan Partai Golkar akan memberikan stabilitas yang dibutuhkan oleh Jokowi dalam menjalankan program-program pemerintahan. Kemampuannya sebagai seorang teknokrat pun tidak perlu diragukan. Pemahamannya dalam bidang ekonomi bangsa dan negara ini terpatri berkat pengalamannya sebagai legislator DPR RI yang membidangi  energi, lingkungan hidup, riset teknologi, perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi dan BUMN. Ditambah posisinya saat ini sebagai Menteri Perindustrian RI membuatnya tidak perlu lagi melalui proses 'learning curve', mempelajari dan memahami program-program ekonomi dan pembangunan Jokowi. Dengan Airlangga sebagai pendampingnya, Jokowi dapat langsung 'berlari' pada termin kedua nanti. Ditambah, bila melihat syarat PDIP, yang mengisyaratkan bahwa Cawapres Jokowi harus punya visi dan misi memajukan bangsa. Harus memiliki visi politik untuk Indonesia Raya. Hal tersebut terlihat dari program industri 'Making Indonesia 4.0' yang dicanangkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Program ini adalah visi dan misinya membawa Indonesia memasuki revolusi industri tahap 4.0 yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara industri besar. Sebuah visi Indonesia Raya menempatkan Indonesia dalam posisi hebat di kancah global. Politisi teknokrat perkuat kemampuan pemerintahan Keberadaan sosok Airlangga Hartarto sebagai tokoh ideal politisi teknokrat sebagai pendamping Jokowi jelas akan memperkuat kapasitas dan kemampuan pemerintahan dalam menjalankan program-program pembangunan. Selama ini, Airlangga juga telah memperlihatkan chemistry serta loyalitas terhadap Jokowi. Jadi, dalam lima tahun mendatang, Jokowi tidak perlu cemas dengan Airlangga sebagai pendampingnya. Dengan memperkuat pembangunan ekonomi, jelas akan memperkuat posisi bangsa dalam jajaran bangsa-bangsa di dunia. Pembangunan ekonomi serta keberlanjutan industrialisasi ini dapat terwujud, namun membutuhkan stabilitas politik. Jokowi tidak membutuhkan tokoh sebagai pendamping yang dapat menggenjot elektoralnya, karena elektoral Jokowi sudah cukup tinggi. Lagipula, tidak ada tokoh yang lebih tinggi elektoralnya dibanding Jokowi
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.