"Pada hari raya tanggal 10 dzulhijah itulah Nabi Ibrahim diuji Allah SWT untuk mengorbankan anaknya dengan cara disembelih. Pada hari raya Idul Adha inilah Nabi Ismail juga diminta untuk bersedia dijadikan kurban karena perintah Allah," ujar Wapres.
Dunia memang tempat pencobaan, oleh karena itu Allah menjelaskan dalam Al Qur'an, jika pasti diuji dengan rasa takut, lapar, kekurangan harta, kekurangan buah-buahan dan bergembiralah orang-orang yang bersabar.
“Saat ini kita sebagai bangsa sedang diuji oleh Allah SWT dengan Covid-19, namun ujian ini tidak hanya dialami oleh bangsa Indonesia sendiri tetapi juga oleh bangsa-bangsa di dunia,” lanjut Wapres.
Upaya untuk menjaga diri daripada penularan Covid-19 merupakan suatu kewajiban. Itulah sebabnya pemerintah menerapkan aturan, menerapkan PPKM, menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga dari penularan Covid-19 ini.
"Marilah momentum Idul Adha ini kita jadikan momentum berbagi dan langkah solidaritas untuk bisa hidup bersama, saling tolong menolong dan saling memberi, dalam suasana yang saling membutuhkan saat ini. Mudah-mudahan Allah memberikan pertolongannya agar Covid-19 segera berlalu khususnya di bumi Indonesia dan didunia," tutup Wapres Ma'ruf Amin.