Menurut Menpora Amali, hal tersebut merupakan potensi yang sangat luar biasa dan Kemenpora siap bersinergi untuk mendorong pembentukan SDM yang unggul dan tangguh.
“Sekolah itu adalah melengkapi. Jadi memang tetap ada di rumah tangga dan peran itu biasanya, sebagaimana yang kita sudah ketahui selama ini ada di kaum ibu kita. Maka saya kira Kowani sangat punya peran yang strategis untuk mempersiapkan generasi muda kita untuk menjadi menjadi kreatif inovatif mandiri dan berdaya saing,” katanya.
Selain itu, Kemenpora juga mendorong kepada generasi muda atau milenial mengembangkan kewirausahaan. Sebab menurut Amali, satu bangsa dan negara sangat ditentukan oleh seberapa banyak masyarakat yang bergerak di bidang interpreneur.
Selain itu, sebagai bangsa yang majemuk, heterogen, plural dan punya latar belakang yang beragam maka Kemenpora dalam program prioritasnya mendorong penguatkan ideologi, karakter dan budaya bangsa.
Sementara di bidang olahraga, khususnya di bidang pembudayaan, Kemenpora mendorong agar melahirkan generasi yang bugar dan segar. Terlebih di tengah pandemi dibutuhkan daya tahan tubuh atau imunitas untuk melawan virus. Namun sangat disayangkan, olahraga belum menjadi budaya di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
Dengan demikian, Menpora berharap Kowani berperan penting dalam menyadarkan kaum milenial untuk bisa aktif bergerak secara fisik dalam olahraga. Olahraga bisa dimulai dengan gerakan-gerakan ringan dan tidak harus ke tempat gym yang membutuhkan biaya.
Terakhir, Menpora juga menyampaikan siap bersinergi dengan Kowani terkait Side Event untuk kegiatan pre event G-20 di Labuan Bajo.
“Mudah mudahan bisa kita kolaborasikan dan kita juga program-program itu juga ada di tempat kita. Saya menyambut baik, nanti coba kita lihat bagaimana bisa kita kerjasamakan, tentu Saya tidak mau hanya sekedar kita bisa mendatangi satu kerjasama MoU kemudian bertahun-tahun kita tidak tidak realisasikan,” tukasnya.