Gencarnya Serangan ke Presiden Jokowi Menjadi Keprihatinan Bagi Anggota Dewan Pakar Golkar
Oleh Nyoman Suardhika · · Kabar Nasional
Ada juga yang menilai bahwa pemerintahan Presiden Jokowi mengesampingkan komitmen memerangi korupsi. Alasannya, tidak disinggung dalam pidato kenegaraan yang dibacakan Jokowi pada Sidang Tahunan MPR, Senin (16/8). Ada pula pendapat yang menyatakan, masih banyak rakyat Indonesia yang belum merdeka secara substansial, khususnya dari segi penghasilan dan kesejahteraan.
Kader Golkar senior ini mengatakan, dirinya mendapatkan fakta hingga saat ini masyarakat masih banyak yang menyukai dan mencintai Jokowi.
Jika pada Pemilu tahun 2019 lalu sekitar 85 juta rakyat Indonesia memilihnya, diyakini jumlahnya akan lebih besar seandainya Pemilu digelar sekarang ini.
Makanya, karena Pemilu baru akan dilaksanakan tiga tahun ke depan, sudah saatnya Partai Golkar mendekati sosok pribadi yang masih disayangi masyarakat. Jangan sampai terlambat, karena sesal kemudian tidak ada gunanya.
Menurutnya, suhu politik global, persaingan Amerika dan sekutunya terhadap Cina dan Rusia serta sekutunya juga akan mempengaruhi Pilpres mendatang. Sedangkan Jokowi masih disenangi banyak pemimpin negara di dunia, selain karena figur, juga karena prestasi, serta visi dan missinya yang selalu mementingkan kepentingan masyarakat banyak.
Ketua Umum IMO Watch ( Internasional Maritime And Ocean Watch) dan Ketua Umum Ikatan Nakhoda Niaga Indonesia ini mengajak semua kader Golkar supaya bekerja bersama, bahu membahu melakukan sosialisasi di daerah masing-masing. Para kader juga harus mendukung kebijakan PPKM level 4, yang masih diperpanjang hingga 23 Agustus mendatang.